-->

Dikhawatirkan, Bangunan Grafiti Di Tanjung Marulak Hilir Terkesan Mubajir

fiksumNews.com - Tebing Tinggi : Lurah Tanjung Marulak Hilir, Suwarni terkesan enggan memberikan tanggapannya terkait akan dibangunnya tembok pembatas oleh warga yang berdekatan dengan bangunan Grafity Senilai 26 Juta Bersumber dari dana PLPBK di jalan gang Bukit Batu Ganjang, Lingkungan IV, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, Sabtu, (19/9)

Ketika di konfirmasi  fiksumNews.com Via WhatsAppnya pada Kamis, (17/9) kemarin terkait status tanah dan izinnya akan dibangun tembok pembatas oleh warga di samping  bangunan grafity, Lurah Tanjung Marulak Hilir, Suwarni terkesan enggan menjelaskan sembari mengatakan, Silahkan Tanya Kepada Pemilik tanah", sebut lurah.

"Saya jadi lurah di Desa Tanjung Marulak Hilir pada bulan april tahun 2016 lalu, sedangkan bangunan grafiti itu sudah selesai". Tandas lurah yang kerap di sapa ibu Warni itu.

Saat di tanya soal status tanah dan IMB yang akan dibangun tembok oleh warga di samping bangunan grafiti tersebut,  Suwarni juga terkesan enggan menjawab dan membalas pesan Whats'appnya.

Diberitakan sebelumnya, Bangunan Grafity Bernilai 26 Juta dan bersumber dari dana PLPBK di jalan gang bukit batu ganjang, Lingkungan IV, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi terancam tergusur. Rabu (16/9/2020).

Menurut keterangan Kepling lingkungan IV, Sriani mengatakan, bahwa bahwa pembangunan tembok grafiti tersebut dibangun
untuk memperindah Desa, saat itu kepala lingkungannya di jabat oleh Ratini.

Bangunan Grafiti tersebut di bangun menggunakan anggaran Penata Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) sebut Kepling di sela-sela perbincangan dengan awak media fiksumNews.com. Selasa (8/9/2020) dikantor Lurah Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi.

Kepling lingkungan IV, Sriani pada Sabtu, (19/9), saat di konfirmasi lebih lanjut terkait status kepemilikan tanah yang akan di bangun oleh warga, mengatakan, bahwa tanah yang akan di bangun tembok pembatas itu adalah  tanah miliknya sendiri.

Untuk selanjutnya, saya belum dapat menyampaikan, karena saya juga baru menjabat sebagai Kepling lingkungan IV ungkap Sriani, mengakhiri.

Pantauan wartawan, terlihat tanam - tanaman di sekitar bangunan grafitiy terlihat sudah rusak akibat dampak akan di bangunnya tembok oleh warga yang berdampingan dengan bangunan Grafiti.

Selain itu, bangunan grafiti yang bernilai puluhan juta itu terkesan akan menjadi sia-sia karena akan terhalang oleh bangunan tembok milik warga.( Nazli )
Komentar

Berita Terkini