-->

Kepala Desa Titi Akar Pimpin Pencarian Warganya yang Hilang.


fiksumNews.com - Rupat Utara : Selama dua hari berturut-turut Kepala Desa (Kades) Titi Akar  Sukarto bersama TNI-POLRI, BPBD dan masyarakat nya di dusun hutan Samak melakukan pencarian warganya bernama Jimat dan Ales yang hilang akibat terseret gelombang arus pasang.

Kejadian itu bermula ketika sekelompok warga daerah tersebut pergi ke hutan bakau  untuk mengambil kayu bakau sebagai bahan baku untuk membuat arang yang terletak di Sungai Niur, Minggu (23/8).

Informasi yang dihimpun media, " sebelumnya Jimat dan Ales  tersebut berangkat pada pukul 04.00 wib menggunakan 10 boat untuk mencari kayu.

Masing-masing Boat berisikan dua orang dan dilengkapi dengan mesin diesel kecil.
Setelah mendapat kayu, mereka pun pulang sekira pukul 09 Wib pagi, mereka terkendala oleh angin kencang dan tingginya  gelombang pasang.

Kesepuluh boat bermuatan kayu tersebut mencoba untuk menghindari angin dan gelombang pasang.

Selanjutnya, Sembilan dari 10 Boat bermuatan kayu itu langsung menyelamatkan diri dengan cara  membuang sebahagian muatan kelaut dan sebagian lagi bersandar ke pinggir hutan.

Namun, satu boat lainnya (korban) mencoba melawan gelombang dan angin kencang dengan mengarahkan haluan boat   ketengah laut dan di perkirakan hilang terseret ombak dan karam.

Selanjutnya, dalam pencarian korban, kurang lebih waktu dua jam setelah kejadian itu, salah satu korban bernama Jimat sebagai Linmas di Desa berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan Ales sebagai RW di Desa masih dalam tahap pencarian.

Pantauan media tampak puluhan kapal nelayan dikerahkan untuk mencari Orban yang hilang di seputaran tempat kejadian.

Tidak hanya Kades dan masyarakat melakukan pencarian korban, tampak hadir anggota PoL Air, Danlanal Tanjung Medang serta BNPB kota Dumai.

Manurut keterangan satu anggota BNPB, Daniel mengatakan bahwa pihaknya sudah dari semalam melakukan pencarian dan sampai hari ini mereka terus mencari."

Sesuai perintah atasan, kita akan terus bergerak mencari jasad korban bersama instansi lainnya didampingi masyarakat."

Hingga berita ini diturunkan kegiatan pencarian korban masih terus dilakukan oleh instansi terkait dan masyarakat dengan cara berpatroli di perairan menggunakan Speed Boat.(Indra.s)
Komentar

Berita Terkini