-->

Bupati Simalungun Jelaskan Cara Pembagian Bantuan Pemerintah


harianfikiransumut.com, Simalungun : Bantuan Covid-19 yang di saluran pemerintah menjadi dilema bagi para pangulu khususnya di Kabupaten Simalungun.

Curahan hati yang kerap di lontarkan para pangulu melalui mensos, mendapatkan tanggapan dari Pemerintah Kabupaten, Bupati Simalungun JR Saragih turun ke daerah untuk menjelaskan proses penyaluran bantuan, baik itu sembako,  PKH,  PBNT dan bantuan lainnya yang di turunkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Senin (18/05/2020)

Bupati Simalungun JR Saragih yang datang di Kecamatan Tanah Jawa di dampingi Sekda dan sejumlah kadisnya guna untuk menyapa seluruh pangulu di empat Kecamatan.

45 Pangulu hadir memenuhi ruangan harungguan Kantor Camat Tanah Jawa di dampingi seluruh camatnya, di kawal Babinsa dan Babinkamtibnas, Satpil PP, terlihat hadir Kapolsek Tanah Jawa AKP Syamsul Baharuddin SH, dan sejumlah personilnya, untuk mengawal pelaksanaan gelar pendapat antara Pangulu dan Bupati.

Bantuan sembako dari Bupati Simalungun yang sudah tersalur Di empat Kecamatan, seperti Kec, Tanah Jawa, Hata Bayuraja, Bahjambi dan Hatonduhan masih terdapat kekurangan yang cukup banyak, bahkan di beberapa Nagori masih mempertanyakan permasalahan data.

Hal ini di jelaskan Bupati Simalungun JR Saragih, agar data-data yang belum sinkron dan jumlah yang kurang segera di laporkan ke Dinsos untuk penambahan secepatnya, di pastiakan dalam dua hari kedepan kekurangan agan segera di distribusikan, ucap Bupati Simalungun.

"juga bantuan-bantuan lainnya segera menyusul sebelum lebaran tiba, sambungnya.

Dia juga menambahkan, "pendataan yang sudah masuk dan yang di keluarkan Dinsos sejatinya sudah kita kirimkan ke kemensos, namun, akibat Covid-19 data itu belum terkaper seleruhnya, dan akhirnya mucullah nama-nama dari data yang lama, Kilah sang Bupati Simalungun.

Lontaran pertanyaan dari beberapa pangulu, seperti pertanyaan Roberton Nainggolan Pangulu Buntur dan pertanyaan Wardiono, Pangulu Maligas Tongah terkait data, Bupati menjawab dengan santai.

Dia hanya berujar cerita data, yang meninggal, maupun double hanya masalah teknis saja, data yang double silakan buat surat dan serahkan ke Polsek agar kedepan tak double, yang paling penting kita jangan saling tuding dan saling menjatuhkan, semua bisa di bicarakan, dikomunikasikan, dan masyarakat Simalungun bisa menikmati bantuan dari pemerintah, kita semua berdoa wabah Covid-19 segera berlalu agar ekonomi kita kembali bangkit, tuturnya saraya memerintahkan Dinsos mengutip kekurangan data yang sudah di siapkan para pangulu. (SA)
Komentar

Berita Terkini