-->

Asisten I Sekdakab. Meranti Tinjau Kesiapan Tim Medis Antisipasi Covid-19 Meranti di Pelabuhan Tj. Harapan

harianfikiransumut.com - Meranti : Dalam satu minggu terakhir terjadi lonjakan penumpang yang cukup signifikan di Pelabuhan Tj. Harapan, Selatpanjang Kab. Kepulauan Meranti. Hal itu menyusul diberlakukannya Lockdown (Penutupan) oleh Pemerintah Malaysia untuk mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19 diwilayah tersebut. Akibatnya para TKI asal negara jiran ini terpaksa kembali kedaerah masing-masing menggunakan kapal Ferry melalui pelabuhan yang ada di Riau termasuk Pelabuhan Tj. Harapan Selatpanjang.

Dari data yang masuk ke Dinas Perhubungan Meranti setidaknya ada 5000-an penumpang TKI asal Malaysia yang masuk ke Pelabuhan Tj. Harapan, Selatpanjang. Hal ini tentunya menjadi gejala yang kurang kondusif bagi Pemerintah Kabupaten Meranti yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas yang saat ini tengah berjuang melindungi warganya dari penyebaran Virus Covid-19.

Karena dikawatirkan para TKI asal negara tetangga Malaysia yang telah masuk Zona Redzone Covid-19 ini berpotensi turut membawa dan menyebarkan Virus Covid-19 kepada warga Kepulauan Meranti. Guna mengantisipasi hal itu Tim Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Meranti harus bekerja sedikit ekstra dan jeli dalam memantau para TKI dengan melakukan pengecekan suhu tubuh (Thermo Scaner) serta melihat gejala kesehatan penumpang yang baru turun dari Ferry.

Seperti yang dilakukan kali ini oleh Tim Gugus Tugas Antisipasi Covid-19 Meranti yang dipimpin oleh Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, didampingi oleh Kepala Badan Kesbangpolinmas Meranti Tasrizal Harahap, Perwakilan Kodim Bengkalis, pihak Polres Kepulauan Meranti, Dinas Perhubungan Meranti dan Satpol PP Meranti.

Rombongan Tim Gugus Tugas yang dipimpin Asisten I Sekda Syamsuddin, melakukan kunjungan sekaligus pemantauan guna melihat kesiapan Tim Medis Covid-19 Kep.Meranti dalam mengecek serta pemeriksaan para penumpang yang baru tiba dipelabuhan Tj. Harapan Selatpanjang.

Dalam kunjungannya Asisten I Sekda, menilai kesiapan petugas dalam mengantisipasi penyebaran corona virus (covid-19) sudah cukup baik. Para petugas medis tampak melakukan  pengecekan suhu tubuh setiap penumpangkapal Ferry yang baru tiba dari Pelabuhan Batam dan Pelabuhan Karimun. Pengecekan suhu tubuh ini sebagai upaya dini mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kab. Meranti.

Selain melakukan pengecekan suhu tubuh, Tim Gugus Tugas juga melakukan pendataan penumpang khususnya para TKI yang berasal dari Malaysia. Sebelum kembali kekampung halaman masing-masing para TKI asal Malaysia yang Otomatis masuk dalam Orang Dalam Pantauan (ODP) tersebut diberikan penyuluhan untuk melakukan Karantina diri secara mandiri selama 14 hari. Dan apabila dalam tempo 2 minggu itu ditemukan gejala demam, batuk, serta sesak nafas warga bersangkutan diminta untuk memeriksakan diri ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Kepada masyarakat Meranti Syamsuddin juga menghimbau untuk konsisten melaksanakan Sosial Distancing dengan cara tetap berada dirumah, tidak melakukan kegiatan yang menghadirkan kerumunan masa, serta tidak berkumpul ditempat keramaian. Menurunya antisipasi Covid-19 bukan saja menjadi tugas pemerintah tapi dibutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat Meranti.

"Himbauan ini adalah sebagai upaya kita dalam mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19 di Kepulauan Meranti, sayangi diri, keluarga dan masyarakat kita," ujar Syamsuddin.

Sekedar informasi, hingga saat ini pelabuhan Selatpanjang masih terbuka bagi penumpang yang berasal dari Kepulauan Riau. Para penumpang kapal Fery ini bukan saja berasal dari penumpang Domestik tapi juga luar negeri. Dan kemungkinan arus penumpang dalam beberapa hari kedepan akan terus meningkat seiring arus mudik ramadhan yang perlu diantisipasi sedini mungkin dari penyebaran Virus Covid-19 di Kepulauan Meranti.
(syaban/karim/rls)
Komentar

Berita Terkini