LANGKAT

OLAHRAGA

DAERAH

Pang Sumatera Minta Kepada Wiranto Agar Tidak Menebar Ancaman Terhadap Rakyat Aceh

Selasa, 04 Juni 2019 | 17.20 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
harianfikiransumut.com - Aceh Utara : Mantan pimpinan wilayah Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Budi Satria atau akrab dipanggil Pang Sumatera, meminta kepada Menko Polhukam Wiranto, untuk tidak menebar ancaman kepada masyarakat Aceh pasca mencuatnya isu Referendum.

Wiranto juga diminta untuk tidak mengkriminalisasi mantan panglima tertinggi GAM Mualem Muzakir Manaf terkait statemennya soal Referendum.

"Luka yang ditores oleh Wiranto masih terlalu dalam untuk dilupakan masyarakat Aceh. Jadi jangan lagi bertindak sembrono," kata Pang Sumatera.

Dikatakan Pang Sumatera, Kami diam bukan berarti melupakan. Kalau Anda (Wiranto-red) coba coba mengkriminalisasi Mualem seperti tokoh oposisi lain di Jawa, maka kami tak akan diam.

Menurutnya, tak ada yang salah dengan ucapan Referendum yang keluar dari bibir pimpinan tertinggi Komite Peralihan Aceh tersebut.

"Setiap warga negara berhak menyatakan pendapat. Dan apa yang disampaikan Mualem sesuai dengan unek unek kami para mantan kombatan GAM di Aceh," kata Pang Sumatera.

Pang Sumatera menyatakan, 14 tahun damai, banyak butir MoU yang tak terealisasi. Tapal batas Aceh tak ada kejelasan hingga kini. GAM Langkat, Deli dan Asahan terkantung kantung.

Pang Sumatera juga meminta seluruh jajaran yang pernah berada di bawah komandonya untuk bersatu mendukung Mualem.

"Kami tak pernah takut mati. Kalau pusat masih menganggap MoU seperti ikrar lamteh dengan politik tipu tipu, maka kami juga siap dengan segala keadaan," kata Pang Sumatera.

Menurut Pang Sumatera, Mualem itu pimpinan kami. Apa yang disampaikannya adalah peunutoh untuk kami semua. Dulu hingga sekarang," kata Pang Sumatera lagi.

Pang Sumatera juga meminta seluruh warga di luar Aceh untuk memahami aspirasi dari masyarakat Aceh yang menuntut Referendum.

"Masyarakat di luar Aceh, mohon memahami keadaan kami. Kalau daerah kalian dijadikan daerah pembantaian puluhan tahun, orang tua kalian ditembak di depan mata, hasil bumi dijarah dan rakyat kalian kelaparan, mungkin kalian menuntut lebih dari Aceh. Damai sudah berlangsung sekian tahun, tapi butir penjanjian tak dilaksanakan. Poin ini coba direnungkan. Maka jangan gertak kami yang berada di Aceh," Pungkas Pang Sumatera lagi.(Khaini Ahmad).

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru