|

Mahasiswa Imper Menduga Ada Kongkalikong Dalam Korupsi Dana BOS.

harianfikiransumut - Padang Lawas : Dalam rangka kebebasan menyuarakan aspirasi yang bertujuan positif demi terciptanya suatu  daerah yang maju Pengurus Mahasiswa Pemuda Pejuang Rakyat Tabagsel (IMPER-Tabagsel) melakukan demontrasi di Depan Kantor Kejari Padang Lawas (Palas) Kamis (7/2/2019).

Dugaan Para mahasiswa menyebutkan ada dugaan kongkalikong, terkait kasus dugaan korupsi pungutan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar satu setengah persen setiap pencairan sekolah tingkat SD dan SMP se Kabupaten Palas yang diduga dimainkan oknum Kabid Dikdas Ros dan kongkalikong dengan sejumlah oknum.

Tuntutan IMPER Tabagsel meminta Bupati Palas agar mencopot Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Palas Abdul Rahim, karena dinilai tidak mampu mengendalikan satuan kerja yang dipimpinnya.

Mereka meminta DPRD Palas agar memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Palas dan Kabid Dikdas /manager BOS dan seluruh Kepala Sekolah (Kasek) se Palas

Kemudian meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Palas agar melakukan penyelidikan dan pendidikan terhadap R H (Kabid Dikdas/Maneger Bos) di Dinas Pendidikan dan Jebudayaan Kabupaten Palas.

Selanjutnya, terkait pernyataan kepala sekolah tentang dugaan Pungutan Liar (Pungli) dana bos dimotori , RH melalui kepala sekolah se Kabupaten Palas.

Titik demo yang dilalui para mahasiswa, Depan Kantor Dinas Pendidikan Palas, kemudian di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Palas dan di Depan Kantor DPRD Palas.

Aksi para mahasiswa tidak ada ditanggapi dari pihak kejaksaan, pendidikan Palas dan DPRD Palas. Sebagai Koordinator Aksi, Ali Aman Harahap, Koordinator Lapangan, Jumpa Nasution, Ketua Rahmat H. Pasaribu

Sebelumnya, puluhan LSM dan wartawan telah melaporkan dugaan pungli bos sebesar satu setengah persen dengan lampiran pernyataan sejumlah kepala sekolah. Laporan disampaikan ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Palas (Libsih)
Komentar

Berita Terkini