Aceh Tamiang Banjir lagi, Jalan Nasional Dan Rumah Warga Terendam

harianfikiransumut.com | Aceh Tamiang - Akibat Tingginya Intensitas Curah Hujan  Di Bagian Hulu Aceh Tamiang berdampak Tergenangnya Jalan Nasional Dan Merendam Pemukiman Penduduk Serta Ribuan Warga di Beberapa Kecamatan Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Terpaksa Mengungsi.

Seperti halnya pantauan harianfikiransumut.com di lapangan, banjir juga menggenangi ruas jalan nasional lintas Medan-Banda Aceh di kawasan Desa Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Selasa (26/12/2023).

Menurut warga setempat air bah(banjir) tersebut mulai menggenangi rumah penduduk sekitar pukul 03.00 Wib, kemudian sekitar pukul 09.00 WIB air menggenangi jalan raya tepatnya berbatasan antara desa Alur Bemban dan Desa Medang Ara Kecamatan Karang Baru.

Sementara Warga lainnya, Ghufran (34) mengatakan, panjang jalan nasional yang tergenang banjir lebih kurang 100 meter, tapi masih bisa dilalui seluruh kendaraan. 

Ia mengaku trauma, pasalnya bencana banjir di penghujung 2023 ini kembali mengingatkannya dengan peristiwa serupa di akhir tahun 2022 silam.
“Sama-sama diakhir tahun, tapi banjir 2022 lebih besar kendaraan antre menumpuk tidak bisa melewati jalan nasional dan warga Alur Bemban hampir semuanya mengungsi,” kenangnya.

Saat ini Ghufran mengaku, ia bersama keluarganya kembali menjadi korban banjir dan mengungsi.

Menurutnya banjir juga merendam dua dusun di Desa Alur Bemban termasuk rumahnya, sembari mengharapkan  banjir segera surut tidak sampai seperti tahun sebelumnya.

Hulu Surut Hilir Terendam

Berdasarkan data BPBD Aceh Tamiang, per Selasa 26 Desember 2023 pukul 15.00 WIB, banjir meluas merendam sembilan dari dari 12 kecamatan. Kesembilan kecamatan tersebut berada di daerah hulu, tengah dan hilir.

“Untuk wilayah hulu sebagian desa sudah surut, walaupun muncul banjir baru di desa lainnya. Sementara di wilayah tengah dan hilir jumlah desa derdampak banjir bertambah," kata Kalak BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery saat dikonfirmasi HabaAceh.id, Selasa sore.

Iman Suhery merincikan saat ini jumlah desa terdampak banjir sebanyak 51 desa, terbanyak di wilayah tengah dan hilir. Adapun wilayah tengah meliputi Kecamatan Karang Baru (15 desa), Kualasimpang (empat desa) dan Rantau (lima desa). Kemudian wilayah hilir Kecamatan Bendahara (dua desa), sedangkan Banda Mulia, Seruway dan Manyak Payed (masih nihil).
Diakui pria yang akrab disapa Bayu ini, pergerakan banjir sudah beralih ke wilayah tengah dan hilir, tentunya jumlah warga terdampak banjir maupun pengungsi bertambah. Penanganan banjir pun fokus pada bantuan darurat penyaluran logistik di dapur umum posko pengungsian.

“Data hari ini jumlah warga mengungsi bertambah sudah 768 KK atau 2.483 jiwa di 22 titik pengungsian,” rinci Bayu.
Komentar

Berita Terkini