Kaban BPBD Dairi Masaraya Berutu Bagikan Tips Upaya Mencegah Terjadinya Kebakaran

harianfikiransumut.com | Dairi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Dairi agar lebih peka terhadap upaya pencegahan terjadinya kebakaran.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Kaban BPBD Dairi, Masaraya Berutu Selasa (09/08/22) di ruang kerjanya.

Masaraya menyampaikan, ada 25 kasus kebakaran yang terdata di wilayah Kabupaten Dairi mulai 5 Agustus 2022.

" Dalam hal ini, kami meminta dukungan masyarakat Dairi dalam mencegah terjadinya kebakaran. Seperti yang kita tahu, umumnya faktor pendorong terbesar terjadinya kebakaran adalah kelalaian dan kurangnya kewaspadaan," ujar Masaraya.

Lanjutnya, Masaraya menyampaikan adapun beberapa upaya/tips yang dapat dilakukan dalam pencegahan kebakaran yaitu  memperhatikan listrik, seperti melakukan pengecekan rutin pada soket, colokan listrik, dan kabel listrik. Kemudian melakukan aktivitas merokok di luar rumah dan smoking area serta jangan menyalakan api, kompor dan peralatan masak lainnya tanpa pengawasan/ditinggalkan. 

Selain hal tersebut, hindari membakar sampah terutama tumpukan kertas dan kardus di rumah dan jauhkan pemantik serta korek api dari jangkauan anak atau anggota keluarga yang perlu mendapat pendampingan.

" Kami berharap kepada seluruh lapisan masyarakat Dairi dapat menyadari bahwa ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Maka untuk itu, semoga ke depannya upaya-upaya pencegahan ini dapat kita terapkan sehingga nantinya dapat menurunkan potensi kebakaran di Kabupaten Dairi seperti yang kita harapkan," ungkap Masaraya.

Masaraya juga menyampaikan beberapa tindakan dan upaya saat Kebakaran terjadi yaitu, tetap tenang saat menghadapi kebakaran. Jika kebakaran kecil dan masih bisa diatasi, segera melakukan upaya pemadaman api dengan menggunakan benda-benda disekitar kita, seperti karung goni atau kain/handuk yang dibasahi, pasir/tanah dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Jika kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, segera matikan listrik di rumah.

Ia juga menghimbau, agar tutup ruangan lokasi kebakaran agar tidak menjalar ke ruang lain tetapi jangan dikunci, untuk memudahkan jika akan memadamkan kobaran api. Jika kebakaran besar, segera keluar rumah dan ajak semua keluarga meninggalkan rumah segera. Jangan sibukkan diri untuk mengumpulkan barang di dalam rumah. Hindari menghirup asap yang tebal, misalnya dengan cara merangkak dan bernafas dengan mendekatkan muka ke lantai, gunakan kain basah sebagai penutup hidung, hal ini akan membantu untuk bernafas. 

" Jika akan melalui pintu yang tertutup, periksalah dengan seksama suhu daun pintu dengan menempelkan belakang telapak tangan. Kemudian periksa handle pintu. Jika terasa panas pindah melalui jalur lain," imbuhnya. 

Selanjutnya, Masaraya menjelaskan merencanakan jalur evakuasi dan melakukan latihan evakuasi agar upaya penyelamatan pada saat terjadi kebakaran dapat berjalan lebih cepat. Jika api tidak dapat dikendalikan sendiri, segera hubungi hotline Pemadam Kebakaran melalui telepon di nomor 0627-21183 atau Handphone 0852-7551-5933.

Ia menambahkan, agar mempercayakan pemadaman kebakaran dan penyelamatan kepada petugas Pemadam Kebakaran sehingga dapat memaksimalkan operasi dan mengurangi resiko akibat kebakaran.

"Memberikan ruang gerak/aktivitas petugas dan kendaraan operasional Pemadam kebakaran dengan tidak berkerumun dan memarkirkan kendaraan roda dua dan empat di sekitar TKK (Tempat Kejadian Kebakaran). Harus saling membantu dalam mengamankan harta benda milik korban kebakaran untuk menghindari kehilangan dari penjarahan. Penanggulangan Bencana Adalah urusan kita bersama," ujar Masaraya. (Mrs)
Komentar

Berita Terkini