|

Bupati H.Suyatno.Amp” “2019 Air Regional SPAM DUROLIS Sudah Mengalir ke Rumah Masyarakat Rokan Hilir”

harianfikiransumut.com - Rokan Hilir : Bupati Rohil H Suyatno AMpmenegaskan sesuai rencana tahun 2019 masyarakat Rohil akan tetap menikmati air bersih yang akan di nikmati masyarakat di tiga kecamatan dan masyarakat Rohil di minta untuk tidak usah kuatir atas robohnya bangunan intake atau penyedot air tersebut.

Terkait robohnya bangunan intake di proyek pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Regional Dumai-Rohil-Bengkalis (DUROLIS) di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan beberapa waktu lalu,dirinya menilai tidak ada masalah, pembangunan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap dibangun sesuai rencana oleh perusahaan pemenang proyek tersebut.

"Sesuai rencana kita tahun 2019 ini,untuk rohil tidak ada masalah, kita sudah buka kran,air sudah mengalir ke rumah,masyarakat rohil sudah menikmati air bersih dari proyek pembangunan yang besumber dari dana APBN ini."Kata Bupati Suyatno saat di konfirmasi Dumai pos ketika melakukan kunjungan kerja ke Sinaboi kamis (30/1) lalu.

Suyatno juga menjelas proyek regional SPAM DUROLIS merupakan proyek Pemerintah Pusat,saat kejadian dirinya langsung berkoordinasi dengan Gubernur Riau,dan saat itu juga tim dari Kejaksaan,Kepolisian dari Polda Riau langsung turun kelokasi untuk melihat langsung ditempat robohnya bangunan intake atau penyedot air tersebut,dan sejauh ini penyerjaan pembangunannya akan terus di lanjutkan pembangunannya sesuai rencana 2019 ini tuntas di kerjakan.

"Ada waktu 50 hari yang di berikan untuk menyelesaikan pengerjaan bangunan yang roboh tersebut,dan sejauh ini tidak ada masalah karena perusahaan pemenang bertanggungjawab atas robohnya bangunan intake tersebut yang di sebabkan human error atau kejadian tidak di sengaja,jadi saya minta masyarakat untuk tetap besabar dan yang pasti sesuai rencana kita tahun 2019 ini juga air akan mengalir ke rumah masyarakat."pungkasnya.(Duliater/Amir)
Komentar

Berita Terkini