Kenapa Ziarah Kubur Ramai Dilakukan Saat Lebaran.Ini Alasannya

harianfikiransumut.com | Labuhanbatu- Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan kaya akan budaya dan suku bangsa yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya, mulai dari ujung pulau Sabang (Aceh) sampai ke Merauke (Papua), yang membentang dengan luas 3400 mil, yang merupakan daerah khatulistiwa, yang mempunyai budaya dan suku bangsa yang beraneka ragam dan sangat banyak jumlahnya.

Salah satu kebiasaan yang selalu dilakukan masyarakat Indonesia terutama jelang hari raya Idul Fitri adalah ziara kubur sebelum Ramadhan atau sesudah pulang' sholat idul Fitri merupakan sebuah kebiasaan umat Islam seperti terlihat saat ini di Pemakaman Batu Sangkar Bakaran Batu Rantauprapat Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Seletan  Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara. Senin, (02/05/2022)

Jika saat ini kita  bagian dari orang-orang yang kehilangan sosok orang tua untuk selama-lamanya karena terlebih dahulu menghadap Allah SWT. Hal yang bisa kita lakukan kemudian adalah sentiasa berdoa kepada Allah SWT agar beliau orang tua kita dapat pengampunan dari 

Sebelum pergi ziara kubur ke tempat peristirahatan terakhir, kerena makam adalah satu-satunya media yang menautkan antara orang yang masih hidup dengan yang sudah meninggal.

Selain untuk mendoakan, ziarah juga momen yang dilakukan untuk bersilaturahmi kepada orang yang telah tiada.

ziarah kubur itu dianjurkan kerena mendoakan kepada yang mati dan bisa mengingatkan yang hidup akan kematian.

Adab ziara kubur yang baik sesuai dengan syariat Islam yaitu hendaknya mengucapkan salam pada saat melewati kuburan serta kepada si mayit dan mendoakannya.

Hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebelum menuju ke makam untuk berziarah.

Setelah seorang peziarah sudah sampai di kuburan, hendaklah memberi salam dan mendoakannya.

Ketika sudah sampai pada makam yang akan dituju, kemudian menghadap ke arah muka mayit ( menghadap ke arah timur), seraya mengucapkan salam khususnya kepada si mayit: kepada ayah atau ibu atau seseorang.

Setelah mengucapkan salam, dilanjutkan dengan berdoa, dan dengan membaca doa ketika masuk areal pemakaman maka ia dimintakan ampunan maghfirah oleh semua orang mukmin yang telah meninggal sejak Nabi Adam.

Bacalah ayat-ayat atau surat-surat dari al-quran, seperti membaca surat Yasin, ayat kursi atau membaca Tahlil dan lain-lain.

Setelah itu, berdoa yang dimaksud, yakni bukanlah meminta kepada kuburan, tetapi memohon kepada Allah untuk mendoakan dirinya sendiri dan yang diziarahi. 

Dalam berziarah, hendaknya dilakukan dengan penuh hormat dan khidmat serta khusyu (tenang).

Hendaklah dalam hati ada ingatan bahwa aku pasti akan mengalami seperti dia (mati).

Hendaklah tidak duduk di atas batu niasan kuburan dan melintasi di atasnya, karena hal itu merupakan perbuatan idza (menyakitkan) terhadap mayit. ke makam sesuai anjuran rasulullah.

[M,Syarif]

Komentar

Berita Terkini