Wabup Buka PKM Lokakarya, dan FGD Pengembangan Sistem Irigasi Asahan

harianfikiransumut.com | Labura : Wakil Bupati Labuhanbatu Utara H. Samsul Tanjung, ST, MH menghadiri sekaligus membuka acara Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD)  Pengembangan Sistem Irigasi Asahan Sumatera Utara, Indonesia Phases-1 yang di selenggarakan di Aula Shangrila Hotel, Ledong Barat, Kamis (13/1). 

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Mengingat Kabupaten Labuhanbatu Utara merupakan salah satu Kabupaten dengan daerah pertanian yang menjadi lumbung pangan. Salah satunya daerah pertanian berada di Kecamatan Kualuh Leidong dan Kualuh Hilir. 

"Hasil dari pertanian di Kecamatan Kualuh Leidong ini sudah tidak diragukan lagi, yaitu beras leidong. Semoga program ini membawa kebaikan bagi petani di Kabupaten Labuhanbatu Utara", ujarnya. 

Sementara Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR – RI diwakili Kasubdit Wilayah I Direktorat Irigasi dan Rawa, Parlinggoman Simanungkalit ST, MPSDA menyampaikan bahwa dalam rangka ekstensifikasi lahan sawah beririgasi teknis, Direktorat Irigasi dan Rawa akan melakukan kegiatan Development of Asahan irrigation System In North Sumatera (Phase I) di Kabupaten Labuhanbatu Utara yang merupakan rangkaian study mulai dari master plan, study kelayakan, dan detail desain yang didanai dari Asian Development Bank (ADB).

Dijelaskannya, sebagaimana diketahui potensi pengembangan lahan pertanian di Kabupaten Labuhan Batu Utara dan sekitarnya telah diidentifikasi sejak tahun 1980-an. Identifikasi awal diperoleh informasi potensi pengembangan mencapai 110.000 hektar. Mengingat adanya perubahan tata guna lahan dan perkembangan yang terjadi pada areal tersebut, pada tahap pertama ini, identifikasi untuk pengembangan jaringan irigasi ditargetkan seluas 40.000 hektar.

Saat ini, kata Parlinggoman, tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung sudah sampai pada proses detail desain. Terdapat banyak kendala teknis yang ditemukan dan akan diputuskan rekayasa teknis yang sesuai agar jaringan irigasi ini dapat melayani sesuai rencana. Rekayasa teknis ini tentunya harus dapat diterapkan dan diterima oleh masyarakat di Kabupaten Asahan serta Kabupaten Labuhan Batu Utara khususnya dan pada umumnya masyarakat Provinsi Sumatera Utara dan Indonesia.

Sedangkan Project Director dan Agriculture and Business Expert International PPC Asahan Dimyati Nangju menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir dalam acara Publik Konsultasi Masyarakat (PKM) Phase ke – 2 yang dilaksanakan di Kabupaten Asahan.

Karena sebelum menyelesaikan study ini, kami perlu sekali melakukan konsultasi dengan semua stakeholders di proyek area yang terletak di dua Kabupaten ini yaitu Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Asahan untuk mengkonfirmasi temuan dan rekomendasi yang sebelumnya telah disusun dalam laporan feasibility study kami, pungkas Dimyati sembari menambahkan proyek Asahan Fase 1 adalah salah satu proyek irigasi yang sangat besar di Indonesia karena luasnya mencapai 44.000 hektare. ( Slm )

Komentar

Berita Terkini