Seorang Tahanan Sat Pol PP dan WH Aceh Tamiang Bersyahadat

harianfikiransumut.com | Aceh Tamiang - Seorang Tahanan Sat Pol PP dan WH Aceh Tamiang berstatus Ibu rumah tangga berinisial AD(30) warga Aceh Tamiang kembali bersyahadat untuk memeluk agama Islam.

Kedua kalimat syahadat tersebut diucapkan AD(30th) dan disaksikan oleh, Ketua MPU Aceh Tamiang, Kasat Pol PP dan WH Aceh Tamiang, Kabid Penegakan Syari'at Islam, Kabid Linmas, staf Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) serta  keluarganya di Kantor MPU setempat, Kamis, (6/1/2022). 

Dalam pengucapan Syahadat tersebut, AD dibimbing oleh Ketua MPU Aceh Tamiang, Syahrizal, S.Ag dengan kalimat Syahadat, yaitu Asyhadu Alla ilaha illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah (Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah) dan AD dinyatakan telah sah memeluk agama Islam.

Saat mengucapkan dua kalimat Syahadat, AD terlihat lancar dan khusuk sambil mengeluarkan air mata menunjukkan bahwa hidayah dari Allah SWT telah menyertainya.Kasat Pol PP dan WH Aceh Tamiang, drh. Asma'i melalui Kabid Penegakan Syari'at Islam, Mustafa Kamal, S.Pi mengatakan, AD merupakan warga Desa Petani Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau dan saat ini berdomisili di Kabupaten Aceh Tamiang.

AD merupakan tahanan titipan Sat Pol PP dan WH Aceh Tamiang yang ditahan di Rutan Polres Aceh Tamiang karena telah melakukan pelanggaran Syariat Islam Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang jiayat pada 18 Desember 2021 lalu tentang minuman keras (miras) atau Khamar.

Sebelum bersyahadat, AD terlebih dahulu telah dilakukan varifikasi dan ditanya oleh Ketua MPU untuk memastikan bahwa AD masuk Islam atas keinginan dari hatinya sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Saat didalam tahanan titipan di Polres Aceh Tamiang, AD mendapatkan hidayah dari Allah SWT dan meminta ingin bersyahadat, selanjutnya permintaan itu langsung kita sikapi dan berkoordinasi dengan pihak keluarganya, Alhamdulillahi, hari ini AD dapat bersyahadat sesuai ajaran agama Islam, kata Mustafa Kamal, Kabid Penegakan Syari'at Islam mengakhiri.Sementara itu, usai membimbing pensyahadatan terhadap AD, Ketua MPU Aceh Tamiang, Syahrizal Darwis, S.Ag mengatakan, kami merasa bersyukur karena Allah SWT telah memberinya hidayah-Nya kepada saudari AD, untuk kembali menganut agama Islam.

Dijelaskannya, Islam merupakan agama yang memberikan solusi segala masalah. Jadi jangan khawatir dengan kemiskinan, karena Allah SWT berjanji akan  memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya yang mau berusaha.

Oleh karena itu, mulai hari ini laksanakanlah segala perintah Allah SWT dan jauhkan segala laranganNya, sesungguhnya Allah SWT maha pengampun dan maha segala-galanya.

Beliau juga menegaskan, yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan pernah membiarkan bagi hambaNya yang taat dan patuh  terhadap perintahNya, namun jika HambaNya tidak patuh dan bergantung pada harta, niscaya akan merasakan akibatnya.

Selain itu, ia juga menjelaskannya, bahwa untuk tahun 2022 ini, baru 1 orang warga nasrani yang memeluk agama Islam, namun pada tahun 2021 lalu, kurang lebih ada 180 orang yang telah memeluk agama Islam secara tanpa ada paksaan dan murni karena mendapatkan hidayah, tutup Ketua MPU Aceh Tamiang.

Tampak Pula hadir dalam kegiatan tersebut, beberapa staf MPU Aceh Tamiang, Ustadz Ahmad Sutrimo dan Muhammad Yusuf selaku serta anggota Satpol PP dan WH Aceh Tamiang.


Penulis: Abdul Karim

Komentar

Berita Terkini