Komisi II DPRK Aceh Tamiang Sapa Petani Pasca Banjir Di Seruway

harianfikiransumut.com | Aceh Tamiang - Pasca bencana banjir melanda di Kabupaten Aceh Tamiang yang  mengakibatkan rusaknya tanaman padi dan gagal panen, Ketua dan anggota Komisi II DPRK Aceh Tamiang sambangi para petani di kecamatan Seruway guna menyahuti keluhannya.

Kedatangan Rombongan Komisi II DPRK Aceh Tamiang disambut langsung oleh Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Seruway, Butet, SP, Kabid Produksi dan Perlindungan Tanaman pada Dinas Pertanian Perkebunan dan Pertenakan Kabupaten Aceh Tamiang, Irwan Hadi, SP, Kabid Sarpras penyuluhan, Zulkifli, S.Hut bersama Ketua dan anggota Kelompok Tani bertempat di aula Kantor BPP setempat, Rabu, (19/1) siang.

Ketua Komisi II DPRK Aceh Tamiang, H. Saiful Sofyan SE, mengatakan, kedatangan kami ke BPP Seruway hari ini tidak lain untuk meningkatkan hubungan silaturahmi antara wakil rakyat dan para petani terlebih pasca musibah banjir yang melanda beberapa waktu lalu.

Kami merasa prihatin, akan kondisi yang dialami oleh petani saat ini, tidak sedikit areal persawahan dan tanaman padi yang rusak dikarenakan bencana banjir, bahkan para petani mengalami gagal panen, kata Saiful Sofyan selaku Ketua Komisi II DPRK Aceh Tamiang.

Melalui kunjungan dan silaturahmi bersama para Petani, setidaknya kami dapat mendengar dan melihat segala keluhan petani sawah akibat terdampak dari bencana banjir,  sebut Saiful Sofyan selaku legislator Partai Demokrat empat periode itu.

Beliau juga meminta, agar pemerintah melalui Dinas terkait, untuk dapat memberi solusi atas kerugian yang diderita para petani dengan membantu benih padi agar para petani dapat bercocok tanam kembali, harapnya.

Setidaknya, ada 10 Kecamatan di Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan areal persawahannya akibat bencana banjir. Oleh karena itu, Komisi II DPRK Aceh mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan apa yang menjadi  kebutuhan petani, karena petani merupakan sumber ketahanan pangan secara nasional, ucap Saiful Sofyan sembari mengatakan agar para petani dapat mengusulkan tentang apa yang berkenaan dan dapat mendukung terhadap peningkatan hasil produksi dan kesejahteraan petani.Ditambahkannya, kita juga mendorong, pemerintah untuk dapat menampung hasil panen petani Aceh Tamiang melalui lembaga yang ada,  atau badan yang  dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah(BUMD), sehingga upaya tersebut dapat menunjang kesejahteraan bagi petani dan masyarakat Aceh Tamiang, ucapnya.

Terpisah, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Seruway, Butet, SP dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan anggota Komisi II DPRK Aceh Tamiang atas kunjungannya untuk menampung keluhan para petani.

Butet SP juga mengatakan, bahwa jumlah keseluruhan lahan padi milik petani di Kecamatan Seruway yang terendamm banjir seluas 211 hektar. Namun tanaman padi yang dinyatakan gagal panen (puso) di kecamatan Seruway akibat terdampak banjir tercatat seluas 141 hektar, artinya dengan kondisi itu, para petani harus mengalami kerugian dan mengakibatkan tanam ulang.

Oleh karena itu, pihaknya juga berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi kepada para petani dengan memberikan bantuan benih padi, tuturnya.

Disisi lain, Butet SP juga menambahkan, kiranya pemerintah juga dapat mengalokasikan anggaran tambahan untuk biaya operasional penyuluh (BOP), karena menurutnya saat ini BPP Seruway  memiliki keterbatasan dalam melaksanakan tugasnya dalam memberikan penyuluhan kepada para petani guna mendukung meningkatkan hasil produksi padi, karena BPP sebagai percontohan bagi masyarakat petani, ungkapnya mengakhiri.

Sesuai data POPT Kabupaten Aceh Tamiang, menyatakan bahwa jumlah lahan sawah terdampak banjir seluas 4.277 Ha dan yang mengalami puso (gagal panen) seluas 969 Ha.

Berikut data tanaman padi yang dinyatakan gagal panen(puso) akibat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang : 

1. Kecamatan Manyak Payed seluas  40 Ha

2. Kecamatan Bendahara  seluas 224 Ha

3. Kecamatan Banda Mulia seluas 31 Ha

4. Kecamatan Seruway seluas 130 Ha

5. Kecamatan Karang Baru seluas 123 Ha

6. Kecamatan Rantau seluas 380 Ha

7. Kecamatan Bandar Pusaka seluas 40 Ha, dan 

8. Kecamatan Kejuruan. Muda 1 Ha, .(Abdul Karim)

Komentar

Berita Terkini