Luapan Air Sungai Rendam Sejumlah Rumah Warga Dusun Kawat Ngangkang

harianfikiransumut.com | Lampung Selatan, -- Hujan deras bercampur petir dan angin kencang yang mengguyur Dusun Kawat Ngangkang, Desa Pardasuka Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, pada Sabtu sore menjelang magrib, mengakibatkan sungai besar yang ada di wilayah Dusun Kawat Ngangkang kembali meluap. Banjir tersebut merendam tujuh rumah yang berada dekat pinggir sungai, Sabtu malam, (26/12/21). 

Berdasarkan pantauan awak media, Luapan air sungai terjadi sabtu sore pukul 17.45 Wib dengan ketinggian air mencapai 70 cm. Warga yang tidak terdampak banjir berhamburan membantu rumah rumah warga yang tertimpa banjir, sebagian warga memasang tali tambang di atas jembatan sungai dan berbaris guna membersihkan sampah dan potongan kayu yang menyangkut di tiang jembatan, guna meminimalisir luapan air. 

"Kami dari aparat dan warga membantu mulai dari mengamankan barang-barang yang rumahnya tertimpa banjir dengan secara bergotong royong, tepatnya di atas jembatan kami berbaris mengangkat sampah sampah dan potongan kayu yang terbawa banjir yang menyangkut di tiang jembatan, guna mencegah luapan air yang begitu kencang," Kata Rizal selaku Kepala Dusun. 

Dia menambahkan, ada sekitar tujuh rumah yang tertimpa banjir yaitu rumah Jahudin, jupri, gimin, Saripudin, Yandi, Iwan dan salim. Sebagian perabotan rumah yang terkena banjir banyak yang tidak terselamatkan, karena derasnya luapan air sungai. 

Salah satu warga mengungkapkan pada awak media, kami sekeluarga panik melihat luapan air sungai yang seketika masuk kedalam rumah dengan kencang dan besar, dan dengan hitungan menit rumah kami penuh dengan air. 

"Saya cuma bisa selamatkan kulkas dan tv mas, yang lain nya terendam bahkan motor sayapun terendam, kasur, sofa dan yang lainya semua terendam dan ketinggian air di rumah saya sekitar 70 cm," Ucap udin. 

Sementara warga yang terdampak banjir terpaksa mengungsi ke pelataran Masjid dan di bantu warga lainya yang tidak terdampak banjir. Warga yang tertimpa banjir hanya bisa pasrah melihat sebagian barang-barang rumahnya yang terendam luapan air sungai.


Penulis | Suradi

Komentar

Berita Terkini