harianfikiransumut.com

Kebun Edukasi Buah Karya Bupati Lampung Selatan Mendapat Perhatian Dari Banyak Kalangan

harianfikiransumut.com | Kebun Edukasi Buah Karya Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto terus mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan.

Kali ini, apresiasi datang dari Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Prof. DR. Hj. Siti Patimah, M.Pd., C.STMI., CLMA.

Guru Besar sekaligus Kepala Prodi S3 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Raden Intan ini sengaja mengunjungi Lampung Selatan untuk menggali lebih dalam tentang ide dan gagasan dari Kebun Edukasi, pada Rabu (29/9/2021).

Siti Patimah menilai, inovasi Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mendirikan Kebun Edukasi adalah gagasan dan ide yang mahal. Betapa tidak, Nanang berhasil menyulap sebuah lahan tidur menjadi lahan yang sangat cantik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Prof Siti mengatakan, awalnya dirinya sengaja mengunjungi Kebun Edukasi lantaran rasa penasarannya akan nama “Kebun Edukasi” yang disematkan Bupati Nanang ke objek wisata yang berlokasi di areal rumah dinas bupati Lampung Selatan itu. 

“Awalnya penasaran, katanya ada Kebun Edukasi milik bupati dan pemerintah daerah. Gagasan ide lahirnya Kebun Edukasi ini yang membuat kita ingin tahu, sebenarnya seperti apa sih kebun ini,” ujar Siti Patimah kepada Diskominfo Lamsel.

Setibanya, Prof Siti dibuat terperangah dengan gagasan dan ide dari sang bupati. Konsep edukasi yang diterapkan Nanang di kebun itu benar-benar tercapai tujuannya.

Sebut saja, berbagai informasi yang terpatri di sejumlah tanaman buah di sana, seperti nama atau jenis tanaman, serta bagaimana tata cara menanam yang baik. 

“Saya melihat Kebun Edukasi ini memang betul-betul jadi Kebun Edukasi. Apalagi ini gratis, masyarakat tidak bayar. Ini jadi pembelajaran, bahwa kebun ini sedekah bersama pemerintah daerah. Ini nilai-nilai pendidikan yang tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Mungkin diawal banyak yang tidak menyadari,” kata Prof Siti.

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menunjukan kondisi lahan tidur sebelum disulap menjadi Kehun Edukasi yang indah seperti saat ini.

Bahkan, tak hanya itu, Bupati Nanang juga sudah menyiapkan perpustakaan di Kebun Edukasi itu. Sehingga masyarakat yang berkunjung tak sekadar menikmati wisata alam yang indah, namun juga ada kegiatan literasi di sana. 

“Saya sampai bilang ke anak (murid) saya, kenapa lahan kita ngak dibuat begini saja ya. Memang lahannya gak seluas ini, tapi kalau dibuat begini akan bagus sekali. Ini gagasan dan ide yang mahal. Mungkin bisa ditularkan ke pemerintah daerah lain,” tukasnya.

Meski demikian, Prof Siti juga memberi masukan agar pemerintah daerah setempat bisa memberikan lebih banyak informasi di setiap tanaman atau areal  Kebun Edukasi. Sehingga kebun itu benar-benar menjadi tempat yang dapat mengedukasi masyarakat.

“Penting barangkali di setiap tanaman bisa diberikan lebih banyak informasi, seperti ada berapa macam pohon duren, bagaimana cara menamamnya. Mungkin juga informasi pak bupati menanam berapa pohon, pak sekda, terus sampai kepala dinas,” kata Prof Siti.

“Nah informasi ini yang bisa ditularkan kepada masyarakat. Bahwa kita menyumbang pohon yang nilai bukan hari ini kita dapat, tetapi bisa sampai ke anak cucu kita nanti. Dan pahala jariyahnya akan terus mengalir, karena akan dinikmati terus masyarakat Lampung Selatan. Sekali lagi ide dan gagasannya ini yang mahal,” tambahnya.

Selain Kebun Edukasi, Prof Siti yang didampingi sejumlah tim dari UIN Raden Intan juga sempat mengunjungi sejumlah objek wisata yang ada di Lampung Selatan.

Mulai dari Pantai Semukuk, Dermaga BOM, Way Tebing Cepak (WTC), Way Belerang Kalianda, hingga Air Terjun Cijuet dan sejumlah lokasi lainnya.

Setelah sempat berdiskusi dengan Bupati Lampung Selatan dan Ketua Tim Penggerak PKK tentang konsep Kebun Edukasi, dan mengeliling objek wisata di sana, hal itu semakin membuat Prof Siti terperangah, apalagi setelah mengetahui konsep utama sang bupati. 

“Kesimpulan saya, ada benang merah antara implementasi kerja seseorang dengan latar belakang kehidupannya. Setiap orang yang punya latar belakang pejuang, maka hasilnya pun bisa diperoleh, ungkapnya.


Laporan| Suradi

Komentar

Berita Terkini