harianfikiransumut.com

Diduga Pungli Berkedok Parkir Marak Tanjungmorawa

harianfikiransumut.com | Deliserdang - Diduga Pungutan liar (Pungli) berkedok parkir marak di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Senin (20/9/2021).

Disinyalir, pungli parkir itu diduga dibackup oleh pihak oknum Trantib Kecamatan Tanjungmorawa, seperti di Simpang Kayu Besar, Jalan Limau Manis, Desa Limaumanis, Kecamatan Tanjungmorawa, di seputaran Kelurahan Tanjungmorawa Pekan, Jalan Pahlawan, Kelurahan Pekan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

Hal yang menjadi sorotan tajam, disebutkan retribusi parkir untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD). Seharusnya pengutipan retribusi parkir sesuai aturan yang berlaku.

Pengelolaan perparkiran di Kecamatan Tanjungmorawa, terkesan liar tidak menggunakan kertas parkir/karcis yang sah sesuai tahun berjalan dari Pemerintah Kabupaten Deliserdang.

Biasanya, harga biaya retribusi parkir sesuai dengan jenis kendaraan, untuk jenis sepeda motor dikenakan Rp. 2.000 dan untuk jenis mobil dikenakan Rp 3.000.

Terpantau oleh awak media, petugas parkir hanya meminta uang parkir tanpa memberikan karcis parkir kepada pemilik kendaraan yang sedang parkir.

Pengguna sepedamotor yang parkir diteras rumah toko (ruko) orang juga dikenai biaya parkir. Seharusnya yang dikenai retribusi parkir hanya kendaraan yang parkir di pinggir jalan, bukan yang parkir diteras ruko orang lain.

Masyarakat yang kendaraannya parkir selalu dipaksa oleh petugas parkir untuk bayar uang parkir, padahal si petugas parkir tidak bisa memberikan karcis retribusi parkir.

Masyarakat bersedia membayar retribusi parkir. Tapi, jika diminta karcis retribusi parkir, petugas parkir tidak bisa memberikan dan terlihat kewalahan.

Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Bersih (GRIB), Romi Makmur Rangkuti ketika dimintai komentarnya lewat telepon selulernya mengatakan, stop seluruh pungli termasuk pengutipan retribusi parkir di Tanjungmorawa sebelum pemerintah melengkapi tentang penyelenggaraan fasilitas parkir. Karena sangat merugikan masyarakat.

Masih kata Romi, agar pelaksanaan parkir berjalan dengan baik, seharusnya dilakukan pengulasan (musyawarah), supaya jangan terjadi persepsi buruk di masyarakat.

Untuk sementara, pengelolaan perparkiran di Kabupaten Deliserdang cq Kecamatan Tanjungmorawa dihentikan.

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Tanjungmorawa, Supriadi SE ketika ditanyakan terkait pungli parkir di ruang kerjanya, Senin (20/9/2021) mengatakan, belum ada karcis retribusi parkir dikeluarkan Pemkab Deliserdang.

Diakui, harga parkir untuk sepeda motor Rp 1 ribu, mobil roda empat Rp 2 ribu dan mobil yang lebih dari roda empat Rp 3 ribu, kata Supriadi. 


Laporan | RM

Komentar

Berita Terkini