Bupati Mursil : MoU Sertifikat Lahan Petani Kelapa Sawit Mampu Mengurangi Konflik

Aceh Tamiang | Guna meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan petani, Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH, M.Kn bersama Plt. Kakanwil BPN Provinsi Aceh Dr. Agustyarsyah, S.SiT, S.H, M.P, Melaksanakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Sertifikasi Lahan Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Aceh Tamiang, bertempat di Aula Setdakab Aceh Tamiang, pada Senin (13/09/21)., 

Mengawali sambutannya, Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH. M.Kn  mengucapkan terima kasih kepada kKakanwil atas kehadiran serta bersedia memberikan pelayanan sertifikat kepada masyarakat. Ini merupakan komitmen Pemerintah untuk pencapaian Proteksi, Produksi dan Inklusi (PPI) Compact.  

"Perlu diketahui bahwa, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah melakukan coaction/kerjasama dengan Kanwil BPN Provinsi Aceh, yakni akan mensertifikasi 5000 lahan bagi petani kelapa sawit khususnya bagi petani kelapa sawit program VSA atau daerah penghasil terferifikasi. 

Melalui Program Sertifikasi Lahan ini diharapkan kedepannya tidak ada lagi konflik lahan antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan Perusahaan dan Masyarakat dengan Pemerintah," terangnya.

Selanjutnya ia katakan bahwa penting adanya sertifikat dapat mengurangi konflik ditengah-tengah masyarakat serta petani dapat menawarkan harga lebih tinggi, dengan adanya sertifikat lahan kebun bagi petani kelapa sawit kiranya dapat meningkatkan penghasilan petani melalui program sertifikasi ISPO dan RSPO.  

Begitu juga dengan para perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah Kabupaten Tamiang, agar dapat berperan aktif dan ikut serta pada program VSA guna pencapaian  Kabupaten Aceh Tamiang sebagai  Wilayah Sumber Terverifikasi (VSA) dapat terealisasi dengan baik, sehingga terciptanya kerangka daya saing daerah dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

"Mengucapkan terima kasih kepada FKL dan IDH yang telah memberikan kontribusi yang begitu besar dalam menjalankan program VSA ini bersama dengan PUPL di Aceh Tamiang," ujarnya.

Selanjutnya Penandatanganan MoU oleh Bupati Aceh Tamiang dan Kakanwil Provinsi Aceh serta dilanjutkan dengan Penyerahan plakat.

Dikesempatan yang sama, Kakanwil BPN Provinsi Aceh Dr. Agustyarsyah, S.SiT, S.H, M.P, mengatakan setiap tahun tugas pengerjaan sertifikasi ini tidaklah mudah. 

Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan bahwa di Aceh Tamiang terdapat 100 ribu bidang tanah, sementara yang sudah terpetakan sebanyak 57 ribu bidang dan 43 ribu bidang tanah yang belum terpetakan.

"Beliau berharap, program ini dapat digagas oleh Bupati dan Walikota lainnya sehingga lahan yang ada di Aceh bahkan di Indonesia dapat segera terpetakan," tutupnya. 

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Unsur Forkopimda Aceh Tamiang, Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh, Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Tamiang, Para Kepala SKPK dilingkungan Setdakab Aceh Tamiang, Para Camat, Para Pimpinan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, Ketua Yayasan IDH, Ketua Yayasan, Ketua Forum, serta tamu undangan lainnya.


Laporan | pakar

Komentar

Berita Terkini