Diduga Bandar Judi Jacpot, Tak Hiraukan Bulan Suci Ramadhan

harianfikiransumut.com |  Langkat - Demi mencari keuntungan Pribadi Pengusaha judi Jacpot Tembak ikan, Sepertnya tidak menghiraukan Bulan Suci Ramadhan bagi umat Muslim.

Padahal Forkopimcam jauh sebelumnya telah membuat himbauan tentang larangan agar seluruh kegiatan yang berbau maksiat dan judi untuk segera dihentikan sementara, karena dibulan Suci Ramadhan.

Termasuk himbauan dari Tokoh Agama yang tergabung di PC Dewan Mesjid Indonesia(DMI)
melalui pengeras suara mengunakan mobil
Berkeliling hingga ke Desa-Desa
Se-Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat.

Sebagai formalitas dan untuk mengelabui petugas, Pengusaha Judi yang disebut-sebut warga asal Medan itu sengaja membuka usaha illegalnya di Pelosok Desa agar terhindar dari perhatian Khalayak umum.

Pantauan Tim harianfikiransumut.com, Sabtu, (8/5/21) Di salah satu Rumah
yang disebut-sebut milik warga berinisial RT yang persis berada di Desa Suka Jaya Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Sumatera Utara, terlihat sejumlah lelaki yang sedang asyik bermain judi Jacpot dan seorang wanita penjaga meja Jacpot berinisial RT.

Ketika ditanya wanita tersebut  mengaku bahwa Meja Jacpot yang Ia jaga adalah milik seorang bandar berinisial AT warga Asal Medan.

"Saya hanya menjaga dan mendapat upah dari pemilik Jacpot sebesar 20% hasil omset", Kata dia.

Ditempat terpisah, beberapa Ibu Rumah Tangga di dusun yang sama mengaku resah dengan keberadaan mesin judi itu, karna setiap pulang kerja suami kami tidak langsung pulang Ke rumah tapi singgah ke tempat itu,  sehingga uang hasil panen sawit habis untuk bermain judi, kata mereka.

Keluhan yang sama juga disampaikan para Ibu Rumah Tangga yang lainnya, selama adanya Judi Jocpot, uang hasil kerja anak kami habis untuk berjudi di tempat itu, kata para kaum IRT.

Terkait adanya permainan Judi Jacpot tersebut, Kepala Desa Desa Suka Jaya, saat dihubungi via telepon selularnya guna untuk dikonfirmasi, tersambung namun tidak diangkat.

Begitu juga dikirim melalui pesan WhatsApnya juga tidakendapatkan balasan, sampai berita ini dikirim keredaksi Pesan yang terkirm masih cekles satu hitam belum dibuka.

Penilis : (TIM),

Komentar

Berita Terkini