Sebelum Tuntutan Dipenuhi, Warga Tetap Mengelar Demo Di BSL 10 PT.KAI

harianfikiransumut.com l Langkat - Merasa terus dibohongi oleh oknum petugas dari Balai tehnik Perkeretaapian Indonesia. Puluhan warga lingkungan lV Simpang Lima Kelurahan Pekan Besitang Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Selasa (23/3/21) sekitar pukul 10.00.wib Kembali mengelar Aksi Demo.


Aksi demo tersebut sebagai bentuk Protes sekaligus menuntut janji yang pernah disampaikan Oleh oknum petugas Balai tehnik 

Perkereta Api Indonesia berinisial N.


Menurut warga, Imus dan Faridah, Pihak Balai telah berjanji Seluruh Rumah warga yang terdampak dari Proyek jalur lintas Kereta Api akan segera di ganti Rugi.


Hal itu disampaikannya ketika diadakan pertemuan di kantor Lurah Pekan Besitang sebelum Lebaran idul fitri 2020 lalu, tapi sudah Tiga kali mereka Berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini, namun sampai saat tidak ada Realisasinya Kata warga.


Maka sebelum ada ganti rugi terhada Rumah dan lahan "kami yang rusak "kami tidak akan memperbolehkan Perusahaan Kontraktor untuk bekerja

Karna Rumah "kami sudah tidak bisa ditempati lagi, Karna telah Rusak akibat diterjang pondasi Reteng wall(RW)yang terus Bergeser.akibatnya Rumah yang ada disekitar Proyek tersebut megalami Rusak berat.

Kalau tinggal dirumah "kami takut dinding beton RW Rubuh

Seperti yang pernah terjadi terhadap Rumah milik Yahwan Kata Imus bungkahan beton sempat menimpa Rumahnya, masih beruntung Karna pada saat kejadian itu kebetulan orangnya sedang tidak berada di Rumah, 


Mega Proyek yang saat ini dikerjakan oleh perusahaan  PT.DFFK BSL10 sejak Dua hari ini 

alat berat yang ada di lokasi terlihat tidak melakukan aktifitasnya seperti biasa.


Nurhayati (60 th) didampingi warga lainnya.mengatakan "Kami sebanyak 12 Kepala Keluarga telah di berikan Uang Konpenisasi oleh Perusahaan Masing-masing Sebesar Rp 5 Juta Sedangkan warga yang lainnya juga terdampak dari Proyek ini malah sama sekali tidak pernah menerima bantuan.apapun Kata mereka.


Menurut Misbah, uang Konpenisasi yang diberikan itu hanya untuk Sewa Rumah, karna Rumah kami sampai saat ini tidak bisa ditempati lagi.


Dalam waktu dekat Akan dilakukan Ganti Rugi terhadap Rumah yang Rusak, Tapi Sudah Tiga kali pihak Balai teknis Perkereta Apian berjanji Namun.Sampai sekarang sudah Satu tahun lebih ganti Rugi tidak juga terealisasi.


Demikian juga tentang Uang konpenisasi dari 23 warga yang terdampak hanya 12 orang yang mendapatkan bantuan dari Balai teknik Perketa apian Indonesia.

Kata warga.


Ditempat terpisah, Camat Besitang H.Ibnu Hazar

S.Sos Kepada harianfikiransumut.com

Mengatakan "untuk menyelesaikan masalah ini "saya Sudah menghubungi pihak Balai.


Namun sampai saat ini pesan pia Whtasapp "saya tidak dibuka Kata Camat Sambil menunjukan 

Pesan masih ceklis hitam belum di baca.


Demikian juga Ketika awak media ini coba menghubungi Telepone Selular pihak Balai berinisial N Selaku petugas Balai Tehnik kereta Api Indonesia guna untuk di konfirmasi, nomor yang dituju sedang tidak aktif.


Penulis :Ramlan.az

Komentar

Berita Terkini