-->

Pengorekan Parit Batas Areal Perkebunan PT. LNK Makan Korban Tiga Orang Anak.

 

fiksumNews.com : Langkat - Ketiga bocah penduduk dusun VI Pulka Desa Naman Jahe Kecamatan Salapian diduga hilang tertimbun tanah bekas galian parit yqng dikerjakan alat berat Eskapator, ketiga anak diketahui hilang atas Informasi dari warga kepada Bhabin Kamtibmas Aiptu Wahyu Priadi, Minggu (18/10/10).

Sesuai keterangan saksi, ketiga anak sebelumnya melihat alat berat Eskapator yang lagi bekerja mencuci parit batas perkebunan sekira pukul 10.30 Wib hingga alat berat berhenti bekerja dan pindah lokasi (roling) berjarak ± 1 Km, saksi mata melihat ketiga anak itu bermain prosotan di bekas timbunan tanah galian parit yang dikerjakan exkapator.

Tiga orang anak yang di ketahui bernama Yogi  (7) Anak dari Hartoyo, Nizam (7) anak dari Sarkim, dan Zahara (7) anak dari Alamsyah,  hilang pada hari minggu tanggal 18 Oktober 2020 sekira pukul 16.00 Wib di dusun VI Pulka Desa Naman Jahe Kec. Salapian Kab.Langkat. 

Saksi Epi melihat ketiganya bermain di dekat pos palang kembar Areal perkebunan PT. LNK kebun Tanjung Keliling .

Para saksi- saksi yang  mengetahui adanya kejadian tiga orang anak yang hilang itu antara lain, Dedi Hartoyo (35 ), Satpam PT. LMK  Kebun Tg Keliling, Nanda Pradita (26 ) Satpam PT. LNK Tg Keliling dusun Emplasmen desa Perkebunan Tg Keliling, Nur Talam als Alam (50 ) operator beko dusun Gatot Kel Pekan Kuala. Ada juga Randi (17) kernek beko dusun Gatot Kel Pekan Kuala serta Epi IRT ( 20 ) dusun Rante Betul desa Naman Jahe Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat.

Namun sekira pukul 14.00 Wib ketiga anak itu masih belum kunjung pulang ke rumahnya masing-masing, samapai orang tua melakukan pencarian yang dibantu warga dari beberapa kampung. 

Selain dibantu warga kampung, juga memakai tenaga supranatural atau orang pintar, namun hingga hari senin (19/10/2020) pukul 05.30 Wib pagi tidak jua diketemukan.

Bersama warga dan Muspika melakukan pencarian di gundukan tanah dengan menggunakan alat berat eskapator manakala anak anak itu tertimbun saat bermain prosotan.

Usaha pencarian korban terus dilakukan bersama warga di areal perkebunan, meski melibatkan alat berat  eskapator dari PT. LNK untuk mengorek tanah yang diduga tempat  tertimbun ketiga anak tak kunjung ditemukan.

Kapolres Langkat Edi Suranta Sinulingga, Sik melalui Paur Subbag Humas Polres Langkat Aiptu Yasir Rahman melalui pesan singkat Washapnya mengatakan, bahwa sampai saat ini korban belum ditemukan dan perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan kembali.(reny)

Komentar

Berita Terkini