-->

PTPN IV Unit Balimbingan Melakukan Perbaikan Berkala Dijembatan Tua Tangga Batu

fiksumNews.com : Simalungun - Kondisi jembatan tua peninggalan kolonial Belanda di Nagori Tangga Batu sudah ditutup untuk kenderaan roda empat selama dua pekan.

Al-hasil masyarakat khususnya pengendara roda empat tak bila lagi melintas, kondisi jembatan sudah sangat mengkhawatirkan dan jika harus dipaksakan  kenderaan roda empat melintas, ditakutkan akan terjadi korban jiwa. Kata Gamot dusun 1 Tangga Batu Sahat Pasaribu.

Koordinasipun berlanjut, PTPN IV unit Balimbingan melalui asiten Afdeling III Daniel Simamora, berupaya melakukan perbaikan berkala dengan menurunkan tim teknik untuk melakukan perbaikan jembatan tersebut. Kamis (10/09/2020)

Asisten AFD III Daniel Simamora di dampingi asisten teknik. bersama karyawan perkebunan melakukan perbaikan dilokasi jembatan tua tetsebut.

Perbaikan ini sudah dikondisikan oleh Asisten D. Simamora bersama  menejer PTPN IV Unit Balimbingan, menurutnya, "kerjasama sangat kami butuhkan, baik itu masyrarakat setempat, pengusaha dan elemen masyarakat lainnya yang memang sangat membutuhkan akses jembatan ini agar bisa dilalui kenderaan, katanya.

"kami dari perusahaan mengusahakan dan berupaya sebaik mungkin melakukan perbaikan jembatan ini demi kepentingan kita bersama, saat ini kami sudah menurunkan alat untuk mengelas besi dan menyisipnya.

"mungkin hanya ini dulu yang bisa kami lalukan,  mudah-mudahan kedepan ada tindakan lebih lanjut yang bisa kita lakukan, kata Asisten.

Hal senada di sampaikan Pangulu Tangga Batu, yang diwakilkan Sekdesnya Ali Sabana, kepada awak media Ali menyatakan ucapan terima kasih atas partisipasi dari pihak perkebunan PTPN IV unit Balimbingan juga para donatur yang sudah berupaya memperbaiki jembatan tua yang mengalami kerisakan.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun segera beetindak dan  mau memperhatikan kondisi jembatan tua tersebut, yang kami lakukan saat ini hanya perbaikan berkala dengan berswadaya, agar masyarakat bisa kembali melintas di jembatan tersebut, kata Ali.

Dia juga memberikan pesan kepada pengusaha truk angkutan kelapa sawit, yang kerap melintas, agar tak melebihi tonase muatan, karna ini hanya perbaikan berkala bukan permanen disangsikan jembatan tak mampu menahan beban berat truk-truk bermuatan melebihi tonase masuk kedalam sungai, ini demi keselamatan dan kebaikan kita bersama. (Aziz)
Komentar

Berita Terkini