-->

Maraknya Pedagang Di Jln Rajamin Purba Resahkan Pedagang di Pajak Modren Perdagangan

fiksumNews.com - Simalungun : Para Pedagang semakin hari semakin menambah dan para  Pedagang lebih memilih berjualan di seputaran Jln Rajamin Purba khususnya di lokasi bekas Pajak lama,dan persoalan tersebut menjadi keluhan bersama terhadap para Pedagang yang berjualan di Pajak Modren Perdagangan  dan persoalan tersebut terkesan adanya pembiaran yang di lakukan pemerintah setempat.

Ironisnya para pedagang membangun kios dagangan di diatas tanah bekas pajak lama yg juga milik Pemkab Simalungun dan di pindahkan ke Tanah Pemda Perdagangan lll Kec Bandar Sekian tahun yg lalu

   Apabila persoalan ini tidak segera ditertibkan oleh pemerintah, tidak menutupi kemungkinan para pedagang yang ada di Pajak Moderen akan gulung tikar (tutup). Harapan tersebut disampaikan Z Ritonga (58) salah satu pedagang Pajak Moderen Rabu 15/7/2020 sekitar jam 13,00 Wib saat ditemui dikios miliknya.

   Menurut Ritonga karena selama ini para pedagang Pajak Moderen semakin sepi dari pembeli. Karena mereka lebih dominan memilih belanja dijalan Rajamin Purba, daripada kelokasi pajak yang sudah disediakan oleh pemerintah. Disamping mereka merasa nyaman dan juga lokasinya semua berada dipinggir jalan. Sehingga sangat muda untuk memakir kederaannya saat melakukan transaksi belanja.

     Bahkan setiap hari pekan Jum'at sepanjang jalan Rajamin Purba saat ini menjadi lokasi tempat berjualan para pedagang. Menjadi lokasi kedua pajak selain Pajak Moderen yang ada. "Kami sangat berharap agar pemerintah setempat segera melakukan penertiban terhadap para pedagang liar", ujar Ritonga.

   Bukan hanya pedagang pajak Moderen saja yang mengeluh tentang persoalan ekonomi. Namun warga penguna jalan juga mengeluhkan hal tersebut. Seperti yang disampaikan S Manik, sejak ada pedagang dijalan Rajamin Purba saat ini lalu lintas juga menjadi terganggu. Karena sering terjadi kemacetan, akibat para pembeli selalu memakirkan kederaannya dibadan jalan.

    Sehingga arus lalu lintas tidak lancar, disamping lokasi jalan sempit kederaan parkir tidak pada tempatnya. Hendaknya pemerintah dapat bertindak tegas terhadap pedagang yang masih membandal. Agar berjualan pada tempatnya yang disediakan oleh pemerintah, harap Manik.(HL)
Komentar

Berita Terkini