-->

Jalan Hutabayu Raja Semakin Buruk, Diduga Truk Bertonase Tinggi Sebagai Penyebabnya

fiksumNews.com - Simalungun :  Ruas Jalan di Kecamatan Huta Bayuraja Kabupaten Simalungun, tepatnya di Nagori Salakidir sepertinya dibiarkan rusak parah bahkan gorong-gorong yang runtuh tak juga diperbaiki.

Tokoh Masyarakat Ruslan Purba Menyebutkan, “Kondisi seperti ini, sudah lama membuat pengendara yang melintas khususnya roda dua harus sigap menghindari jalan yang berlubang agar tidak terperosok,” kata Ruslan dengan nada sedikit keras.

Dia melihat, “ Dinas PUPR dan DPRD Simalungun seakan-akan tidak berkerja, pengawasan tidak memadai bahkan kegiatan nyaris nihil. Sepertinya terkesan menghabis-habiskan anggaran saja,” katanya.

“Terbukti masih banyak ruas jalan di Kabupaten Simalungun dibiarkan kupak-kapik, di antaranya jalan penghubung Kecamatan Huta Bayu Raja Nagori Silakindir – Tanah Jawa – Bosar Maligas dan Perdagangan Kecamatan Bandar,” ungkapnya kepada awak media FiksumNews.com, Minggu, (26/7/202).

Ia pun menyayangkan, Anggota DPRD Simalungun yang berasal daerah pemilihan kawasan itu seakan-akan tidak peduli dengan kondisi jalan rusak tersebut.

“Seharusnya anggota dewan itu punya hati nurani dan merasa prihatin dengan kondisi ruas jalan penghubung kecamatan tersebut,” ucapnya.

Menurut Ruslan Purba, salah satu penyebab kerusakan jalan tersebut adalah truk pengangkut sawit yang selalu lebih muatan (overtonase).

“Diketahui bersama, Dump Truck itu milik diduga oknum anggota dewan,” katanya.

Pemerintah Simalungun selaku pemilik Jalan, dinilai kurang memperhatikan dan bahkan tidak pernah menindak tegas truk-truk  lebih muatan tersebut.
“Sejak tahun 2013 hingga saat ini,  sama sekali didaerah tersebut tidak ada pembangunan jalan di sana,” katanya.

Warga Kecamatan Hutabayu Raja tak bisa menyembunyikan kekecewaan ketika melintasi jalan tersebut.

“Semua kecewa, karena pasti nggak nyaman saat melintas. Belum lagi kerusakan kendaraannya, pokoknya kita benar-benar kecewa dan tidak nyaman,” tandas Ruslan Purba.

Ia pun meminta Pemkab Simalungun agar segera membuat peraturan daerah (Perda) tarkait pembuatan portal.

Keluhan serupa disampaikan warga Kecamatan Hutabayu Raja lainnya, Bermarga Sinaga, 
“Disebutkannya, Truk sawit bertonase tinggi tersebut telah memperparah kondisi jalan Kecamatan Hutabayu Raja di Nagori Bahal Batu, Raja Maligas, Raja Maligas 1 dan Silakindir,” ungkapnya.

Kondisi jalan rusak itu pun dikhawatirkan akan berdampak langsung pada para pengendara yang melintas di sana.

“Kalau terus dibiarkan, takutnya makin parah. Nanti berbahaya juga bagi pengendara yang lewat, bisa jatuh pula atau bertabrakan karena menghindari lobang,” ujar warga bermaga Sinaga itu.

Ia pun berharap, pemerintah kabupaten Simalungun melalui Dinas PUPR untuk segera memperbaiki jalan yang rusak sebelum jatuh korban, pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya. Menurutnya, warga Kecamatan Hutabayu Raja sudah sangat kecewa terhadap pemerintah yang seakan-akan tidak mau tahu.

“Seringnya anggota dewan lewat, bahkan ada yang berdomisili sini. Tapi mereka terkesan tidak merasa bertanggungjawab. Gara-gara jalan rusak ini, Kecamatan Hutabayu Raja semakin terisolasi,” katanya.

Pantauan awak media FIKSUM di salah satu lokasi, badan jalan sudah terkelupas dan batu berserakan. Lubang-lubang pada ruas jalan seringkali tergenang air, apalagi di musim hujan.

“Kebanyakan di sepanjang jalan tidak dilengkapi drainase. Kalaupun ada, rata-rata tidak berfungsi lagi,”(SA)
Komentar

Berita Terkini