-->

Terkait Data Penerima Bantuan, Komisi IV DPRD Simalungun Sidak Di Kecamatan Dolok Panribuan

harianfikiransumut.com : Simalungun - Enam Anggota DPRD Simalungun dari Komisi IV sambangi Kecamatan Dolok Panribuan.

Silatuhrahim mendadak (Sidak) Anggota DPRD Simalungun untuk menggali informasi secara detail, sola bantuan yang sudah di salurkan pemerintah baik pusat dan daerah.

Pastinya Komisi IV DPRD Simalungun mengidentifikasi problem yang terjadi, mengumpulkan data sementara, mendiagnosis problem utama, dan melakukan umpan balik untuk dicarikan benang merahnya, jika sudah ketemu maka dikumpulkan pihak yang terkait agar masalah utama tersebut bisa terngkap.

Sidak Komisi IV DPRD Simalungun di Kecamatan Dolok Panribuan terlihat hadir, Samirin Girsang Wakil Ketua DPRD Simalungun, Anggota Komisi IV, Usmayanto (PKS) Juarsah Siagian (GERINDRA) Rospita Sitorus (PDIP) Bernad Damanik (NASDEM) dan beberapa anggota lainnya, turut serta perwakilan Disos Pemkab Simalungun. Selasa (16/06/2020)

Kehadiran komisi IV DPRD Simalungun di sambut Camat Dolok Panribuan Setiaman Purba beserta Muspika Kecamatan juga 15 Pangulu Se-kecamatan Dolok Panribuan, pendamping PKH dari Kecamatan hingga Nagori.

Kehadiran Komisi IV di Kecamatan Dolok Panribuan mempertanyakan sejumlah bantuan dan cara penyaluran, baik bantuan Sembako dari Pemkab dan Pemprov juga bantuan PKH, BPNT, BST dan BLT dana desa.

Komisi IV turut mendengarkan segala keluhan para Pangulu soal bantuan, terutama Bantuan Sosial Tunai  (BST) yang di salurkan melalui Kantor POS dan BANK, pasalnya data-data yang mereka terima banyak yang tak tepat sasaran, al-hasil Pangulu menjadi bulan-bulanan cacian dan fitnah dari warga.

"Dan kenyataan ini benar pangulu dan perangakat desa selalu di hujat, dicaci dan fitnah dengan kata-kata yang sangat menyakitkan hati, di jawab salah ngak di jawab juga salah, ujar seorang pangulu di hadapan Komisi IV.

"kepada siapa lagi kami sampaikan hal ini, "Ketua, kata Pangulu, "data yang di minta Dinsos kita kirim sesuai dengan sasarannya, terutama data yang kami kirim adalah data warga yang kurang mampu, diluar data PKH dan BPNT, namun setelah keluar data dari Kemensos kebanyakan warga yang sudah mapan, sudah meninggal dan pindah, kami di persalahkan warga yang katanya Pangulu tebang pilih dan sebagainya, untuk itu kami minta Anggota DPRD Simalungun bisa membantu kami para Pangulu menyikapi data yang keluarkan Kemensos, tutur salah satu Pangulu.

Dari beberapa keterangan Pangulu, Anggota DPRD Simalungun dari Komisi IV Bapak Usmayanto memberikan sedikit penjelasan, bahwa dirinya dan kawan-kawan Komisi IV akan meminta klarivikasi soal data penerima bantuan dari Dinsos Simalungun.

Menurutnya, "Data yang di keluarkan Kemensos memang menuai protes dari sejumlah kalangan, khususnya warga yang mampu dan meninggal muncul, kerja keras para pangulu sangat kami apresiasi namun kekeliruan yang terjadi harus kita pertanyakan agar tak ada gejolak di masyarakat, ujarnya.

Dari pantauan awak media FIKSUM, Dinas Sosial Simalungun yang hadir hanya berkilah bahwa data-data yang di kirim ke Kemensos sesuai data yang kami terima dari Nagori, kita tak bisa berbuat banyak soal data yang dikeluarkan Kemensos tak tepat sasaran, tutur perwakilan Dinsos Simalungun. (SA)
Komentar

Berita Terkini