harianfikiransumut.com

Penyaluran BLT Dana Desa Tahap II Nagori Tangga Batu Belangsung Kondusif

harianfikiransumut.com : Simalungun - Bentuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa dilaksanakan secara tunai di kantor Pangulu Tangga Batu, Kec. Hatonduhan, Kab. Simalungun, Rabu (24/06/2020)

Penyaluran BLT Dana Desa Nagori Tangga Batu Tahap II diikuti 135 warga yang sudah terdata sesuai dengan rapat khusus yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Kehadiran Camat Hatonduhan Drs Zocson Silalahi MPD sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) begitu juga hadirnya Babinkamtibnas, Babinsa, Pendamping lokal Desa, Pendamping Kecamatan turut memberikan wejangan bahwa BLT Dana Desa di salurkan ke masyarakat dikarenakan wabah Covid-19 serta dampak yang berimbas pada perekonomian masyarakat kecil khususnya masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan.

Babinsa menyarankan, "bila ada riak-riak dari masyarakat yang kurang terima dengan data yang menerima BLT untuk tidak melakukan tindakan yang berlebihan silakan pertanyakan kepada pihak desa agar mendapatkan penjelasan, kata Babinsa Sertu TA Napitupulu

Itu juga yang utarakan Bapak Irawanto Pangulu Tangga Batu, "agar setiap permasalahan terkait penyaluran bantuan apapun, jika ada yang mau dipertanyakan warga kami membuka pintu Kantor Pangulu untuk memberikan penjelasan, ujarnya.

"terkait data yang menerima BLT dari Dana Desa kami sudah melakukan rapat khusus bersama perangkat desa, maujana pendamping desa, kesepakatan itu yang menjadi acuan kami, layak tidaknya dia menerima BLT Dana Desa di luar bantuan lainnya.

"dan kami bisa pastikan penerima BLT Dana Desa di luar bantuan PKH, BST dan BPNT
karena sebelum BLT di salurkan kami sudah mendata sedetail mungkin agar tak ada permasalahan, jika pun ada warga yang bertanya soal penerima BLT kami kan jelaskan dan semua Gamot sudah saya arahkan untuk mendata warga yang benar-benar membutuhkan, kata Pangulu.

Seiring berjalannya waktu masyarakat yang tak mendapatkan bantuan baik BLT, BST, PKH dan BPNT mulai menerima kenyataan, meski kadang ada sebahagian warga yang tak terima namun masih bisa diatasi dengan duduk bersama saling menyampaikan keluh kesah mengatasi segala permasalahan yang ada lapangan. (SA)
Komentar

Berita Terkini