-->

Dit Intelkam Polda Malut Gelar Penandatanganan MOU dengan FKPT

harianfikiransumut.com : Ternate - Direktorat Intelkam Polda Maluku Utara (Malut) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja sama (MOU) dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Malut dalam rangka Pengawasan dan Pencegahan Paham Radikal di ruang vicon kantor Dit Intelkam Polda Malut, Kamis (1/6/2020).

Direktur Intelkam Polda Malut Kombes Pol Hadi Wiyono mengatakan,dirinya mengucapka banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua FKPT bersama ketua bidang FKPT Malut yang telah meluangkan waktu dalam kesempatan ini.

"Saya selaku Direktur Intelkam Polda Malut memohon maaf bila mana dalam berjalannya acara ini ada kekurangan karena kita sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan,"kata Hadi dalam sambutunya.

Orang nomor di intelkam Polda Malut menambahkan, diketahui bersama bahwa sampai saat ini untuk wilayah Malut masih sangat kondusif terhadap kegiatan - kegiatan teroris namun, kita jangan lengah karena bisa saja kondisifitas yang sudah baik di manfaatkan oleh pelaku pelaku teror dalam melakukan aksi amaliah.

"Melalui forum kegiatan ini merupakan sebuah lagkah kongkrit pencegahan terhadap terorisme dan paham radikal yang dilakukan oleh Polri dalam hal ini Dit Intelkam Polda Malut bersama KPT dan harapan kami kedepan FKPT dapat bekerja sama dengan baik dan saling memberikan informasi dalam rangka pencegahan dini,"harapnya

Lebih lanjut kata dia, dirinya sarankan agar dibuat WhatsApp Group untuk lebih mengenal satu sama lain dan saling berbagi informasi terkait dengan Pengawasan dan Pencegahan terorisme ini.

Sementara ketua FKPT Malut Mukhtar Adam mengatakan ,covid -19 ada revisi - revisi anggaran pada FKPT,pihaknya belum mengetahui apa yang direvisi sedangkan program sudah dicanangkan akan tetapi menunggu revisi anggaran tersebut

"Pola program menggunakan Zona tengah yaitu Zona online dan Alhamdulillah kita Malut yang pertama menggunakan Zona Online,FKPT hanya ada di 32 provinsi dari 34 provinsi se- Indonesia, yang tidak ada FKPT hanya Provinsi Papua dan Papua Barat,"katanya

Pihaknya menemukan kajian paham radikal yaitu berada di kampus dan pintu masuknya berawal dari mahasiswa baru yang dimulai dengan pengkaderan. Alhamdulillah beberapa organisasi di kampus seperti HMI, IMM, PMII itu yang kita tau semua cara pengkaderannya, akan tetapi yang kita takut adalah organisasi yang pengkaderannya kita tidak tau secara umum.

"Saya berharap Dit Intelkam Polda Malut dengan FKPT dapat membuat skenario kerja sama dengan pihak kampus agar kita dapat memonitor organisasi kampus serta kajiannya,"pungkasnya.(Yasin)
Komentar

Berita Terkini