-->

Rumah Nek Warni Yang Hidup Sebatang Kara Ambruk Diterjang Angin.


harianfikiransumut.com : Simalungun - Rumah Nek lanjut usia yang hidup sebatang kara tinggal disebuah gubuk reot yang berdiri di atas lahan milik Pemkab Simalungun di area Dataran Arus Sungai(DAS) tepatnya di belakang Kantor Camat Dolok Batu Nanggar ambruk diterjang angin kencang, Jumat (1/5).

Kondisi tempat tinggal Nek Warni Sangat memperhatinkan, rumah yang terbuat dari tepas dengan atap rumbia yang sudah bocor di saat musim penghujan dan tanpa penerangan yang tak layak dihuni luput dari perhatian Pemerintah.

Kini Camat Dolok Batunanggar, Lurah Serbalawan, Anggota Koramil 05 Serbalawan bersama warga Serbalawan membujuk Nek Warni (79) untuk tinggal di tribun lapangan Dobana Serbalawan Kecamatan Dolok Batunanggar.

Serda Wawan Babinsa Koramil 05 Serbalawan saat diwawancarai media ini menerangkan, pagi itu kami mendapat instruksi dari Komandan Kapten Hairul Hadi Danramil 05 Serbalawan agar membantu Nek Warni yang gubuknya dihantam angin puting beliung pada hari rabu yang lalu.

Setibanya kami dilokasi bersama Camat Dolok Batunanggar, Lurah Serbalawan, Satpol PP bersama warga membujuk Nek Warni agar tinggal di tribun lapangan serbalawan.

Bujukan Babinsa membuahkan hasil,setelah Nek Warni mau pindah ke tribun, Nek usaia Lanjut mengaku tidak sanggup berjalan.

Spontan Serda Wawan mengatskan, kami siap menggendong Nenek untuk pindah ke tribun walaupun jalan yang dilalui berlumpur, katanya.

Susilo. SH Camat Dolok Batunanggar didampingi Lasama Br Damanik Lurah Serbalawan saat dilokasi mengatakan, Nek Warni ini sudah lama tinggal di gubuk daerah lahan Pemkab Simalungun pinggiran DAS rawan banjir.

Untuk itu kami sepakat memberikan tempat tinggal di daerah tribun lapangan Dobana disamping lokasi itu juga milik pemerintah, kita juga nantinya membantu untuk pembuatan dapurnya sehingga Nek Warni bisa tinggal ditempat yang layak huni. ucap camat.
(HN)
Komentar

Berita Terkini