-->

Penolakan Pasien Kritis Oleh Puskesmas Perdagangan Menuai Kritik Masyarakat

harianfikiransumut com : Simalungun  - Berawal dari penolakan Pasein Bernama Irpandi Siregar Warga Jln Kartini Kel Perdagangan l oleh pihak Puskesmas Perdagangan menui kritik dan kecaman berkepanjangan.

Pasien kritis yang diduga terkena penyakit angin duduk ditolak petugas jaga Puskesmas Perdagangan saat meminta pertolongan oleh petugas.

Masyarakat mengecam dan memintah Bupati Simalungun untuk Menutup Puskemas Perdaganagan yang dianggap tidak layak memberi pelindungan kesehatan bagi masyarakat.

Banyaknya kritik dari kalangan masyarakat Kecamatan Bandar, mendapat tanggapan dari pemerhati kebijakan Pemerintah KL Simanjutak.

Pemerhati kebijakan pemerintah itu mengatakan, Puskesmas memiliki satuan penunjang di antaranya adalah puskesmas pembantu dan puskesmas keliling, puskesmas pembantu yaitu unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil.

Pungsi dan kegiatan pokok puskesmas tertuang dalam buku pedoman kerja, Puskesmas memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam memelihara kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat seoptimal mungkin.

Ada 3 fungsi pokok puskesmas, yaitu : 1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya,2.Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat,3.Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

Berdasarkan Buku Pedoman Kerja Puskesmas yang terbaru,pada poin  6 dijelaskan,Upaya Melaksanakan diagnosa sedini mungkin melalui:
Mendapatkan riwayat penyakit
Mengadaan pemeriksaan fisik
Mengadaan pemeriksaan laboratorium
Membuat diagnosa
b. Melaksanakan tindakan pengobatan
c. Melakukan upaya rujukan bila dipandang perlu, rujukan tersebut dapat berupa:
Rujukan diagnostik
Rujukan pengobatan/rehabilitasi
Rujukan lain.

Poin 7,Upaya penyuluhan kesehatan masyaraka:
a. Penyuluhan kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tiap-tiap program puskesmas. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada setiap kesempatan oleh petugas, apakah di klinik, rumah dan kelompok-kelompok masyarakat.

b. Di tingkat puskesmas tidak ada petugas penyuluhan tersendiri, tetapi di tingkat kabupaten diadakan tenaga-tenaga koordinator penyuluhan kesehatan. Koordinator membantu para petugas puskesmas dalam mengembangkan teknik dan materi penyuluhan di Puskesmas.

"Penolakan pasien yang membutuhkan pertolongan di Puskesmas Perdagangan sudah sangat memprihatinkan,selain merugikan pasien,petugas puskemas dianggap tidak siap melayani pasien,untuk itu,Kepala puskesmas harus memberi sangsi yang keras terhadap petugas yang berjaga saat itu,atau dinas Kesehatan Simalungun harus melakukan tindakan,ini urusan nyawa,petugas tidak boleh asal usir semaunya saja,siapapun pasien yang datang,harus dilayani dan diberi penanggulangan awal,bila puskemas kurang pasilitas maka pasien bisa dirujuk ke tempat yang memiliki kelengkapan yang dibutuhkan pasien,jelasnya.

Hal yang sama di sampaikan Esau Pardede, tokoh Masyarakat Perdagangan diseputaran Segi tiga balai Murni -Kamis 14/05/2020''pada keteranganya mengatakan,"Adanya penolakan terhadap pasien yang ingin berobat,hendaknya kepala Puskesmas segera memberi sangsi pada petugas yang berjaga saat itu, bila memang puskesmas tidak lagi bisa menerima pasien,bagus ditutup saja,sebab anggaran yang di salurkan di puskemas cukup besar,dari mulai gaji tenaga medis,obat-obatan,serta pasilitas pendukung,"untuk apa puskesmas di buka bila tak bisa tangani pasien,andai puskesmas kekurangan pasilitas pendukung,baru pasien dirujuk atau diarahakan kerumah sakit, namun pertolongan pertama harus dilakukan,jangan main usir saja, seakan akan petugas mau makan gaji buta.jelas Esau Pardede.

Sampainya berita ini ke Radaksi,Kepala Puskesmas belum dapat memberikan keterangan.(HN)
Komentar

Berita Terkini