-->

Masyarakat Kecamatan Hatonduhan Ikuti Rapit Test Dari Dinas Kesehatan Pemkab

harianfikiransumut.com : Simalungun - Sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Corona, pemerintah sudah mulai melakukan rapid test di beberapa wilayah di Indonesia. Termasuk Kabupaten Simalungun khususnya Kecamatan Hatonduhan. Jum'at (15/05/2020)

Tata letak  geografis wilayah Kecamatan Hatonduhan cukup luas, untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat maka Puskesmas Hatonduhan di bagi 2 titik, pertama ada di Nagori  Saribuasi dan yang kedua ada di Nagori Buntu Turunan.

Beberapa hari yang lalu sudah di laksanakan Rapit test di puskemas Hatonduhan yang berada di Nagori Saribuasi, dan kali ini Rapit test kedua di laksanakan di Puskesmas Bantu Turunan.

Rapit test yang di ikuti 104 warga Hatonduhan dari 3 Nagori, Tiga Dokter di Hatonduhan turut serta megikuti rapit test yang di saksikan Camat Hatonduhan, Drs Zakson Silalahi MPd, Kapus Hatonduhan Iptu R. Silitonga, Kanit Intelkam Iptu Masrianto dan Di kawal ketat oleh Babinsa, Sertu TA Napitupulu, Sartu P. Sinaga Babinkamtibnas, Iptu RH Sianturi dan beberapa pesonil dari Mapolsek Tanah Jawa juga Sappol PP, semua aktif mengawal pelaksanaan Rapit test di Nagori Buntur.

Terlihat hadir Pangulu Buntu Turunan, Roberton Nainggolan SE, Tangga Batu, Irawanto dan Pangulu Bosar Nauli, Suriaten di bantu seluruh Kapustu yang ada di Nagori guna pendamping warga  yang dirapit test.  Rabu (13/052020)

Ucapan syukur di sampaikan Pangulu Buntur Roberton Nainggolan, Dirinya Mengucapkan, "Alhamdulillah, hasil Rapit test yang di laksanakan Puskesmas Buntur dari Pemkab berjalan lancar dan hasilnya semua Negatif, ini artinya kita khususnya masyarakat Buntur dan sekitarnya masih aman, dari wabah yang menakutkan, namun begitupun kita jangan lengah tetap waspada, ikuti protokoler dinas kesehatan, dengan selalu cuci tangan, memakai masker, sosial distancing, selama pemerintah belum memastikan Pandemi ini berakhir, kata Bg RN.

Hal senada di sampaikan, Camat Hatonduhan Zakson Silalahi,  Dia menyebutkan, "Rapit Test ini ditujukan agar pemerintah dan petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus Corona dan melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus COVID-19 tidak semakin bertambah. Ujarnya.

Camat juga menambahkan, "Dari 100 peserta yang di rencanakan, justru yang dirapit  104, tentunya kita bersyukur semua yang Rapit hasilnya negatif, dari dua kali rapit test yang laksanakan di dua puskesmas semuanya masih negatif, ini artinya Kecamatan Hatonduhan masih aman, meski hanya sample tapi data yang dikirim Nagori adalah sesuai data dari Kapustu setempat, namun kita tetap menjalankan prosedur kesehatan, jaga Nagori kita melalui posko-posko yang ada, tim gugus selalu berkoordinasi. Ujar camat.


Dari penjelasan Tim Gugus Kabupaten, "Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Dengan kata lain, rapid test dilakukan bukan untuk mendeteksi keberadaan virus Corona, melainkan hanya untuk mengetahui apakah tubuh Anda telah membentuk antibodi untuk melawan virus tersebut atau belum.

Oleh karena itu, rapid test tergolong sebagai pemeriksaan skrining atau penyaring, bukan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19. (SA)
Komentar

Berita Terkini