-->

Anggota DPRD Simalungun Dapil V SidaK Bantuan Pemkab Dan Kinerja Pangulu Se-kecamatan Hatonduhan

harianfikiransumut.com, Simalungun : Tujuh Anggota DPRD Simalungun dari dapil V melakukan sejumlah kegiatan dikecamatan Hatonduhan guna memastikan bantuan yang sudah di turunkan Pemkab Simalungun.

Dari Tujuh Anggota DPRD Simalungun dapil V hanya lima yang hadir 1. Benfri Sinaga (Berkarya) 2. Johanes Sipayung (Demokrat) 3. Jhonson Sinaga (PDIP) 4. Irwansyah Purba (Demokrat) 5. Juarsah Siagian (Gerindra)

Sidag di lakukan di kantor Camat Hatonduhan, kehadiran Anggota DPRD di sambut Canat Hatonduhan, Drs Zocson Silalahi MPD, dan muspika Kecamatan.

Seluruh Pangulu se-kecamatan Hatonduhan  juga hadir untuk mendengarkan dan memberikan tanggapan apa yang akan di pertanyakan Anggota DPRD Simalungun.

Sembilan pangulu di minta memberikan penjelasan tentang penggunaan dana desa, penyaluran bentuan dari dampak Covid-19, pangulu yang hadir 1. Waster Manurung (Saribuasih) 2. Irawanto (Tangga Batu) 3. Roberton Nainggolan (Buntu Turunan) 4. Lumuntar Saragi (Buntu Bayu) 5. Limpo Rajagukguk (Jawa Tongah II) 6. Randy Rajagukguk (Jawa Tongah 1) 7. Sahlan Tambunan (Jawa Dipar) 8. Suriaten (Bosar Nauli) dan 9. Bariman Sinaga (Tonduhan)

Benfri Sinaga Anggota DPRD Simalungun dari Partai  Berkarya memberikan penegasan kepada Camat Hatonduhan tentang bantuan apa saja yang sudah di terima Pangulu terkait masalah Covid-19.

Sementara Camat Hatonduhan Drs Zocson Silalahi, menjelaskan "kecamatan Hatonduhan sudah menerima Masker sebanyak 18 ribu dan sudah di salurkan untuk pangulu agar di serahkan masyarakat, ujarnya.

Terkait sembako yang seudah di terima Kecamatan, Zocson menjelaskan, "Hatonduhan sudah menerima 1125 paket sembako dan sudah di terima pangulu, namun belum di saluran ke warga, karena jumlahnya masih kurang, imbuhnya.

"setelah jumlah sudah mencukupi akan segera di salurkan kepada warga, kemungkinan hari kamis semua paket sembako sudah tersalur ke warga, kata camat.

Terpisah Johanes Sipayung, meminta kepada semua pangulu agar memberikan laporan, berapa jumlah penerima bantuan, dan penggunaan dana desa, terkait menangani masalah Covid-19.

Dia meminta, semua pangulu harus transparan saat membuat laporan, penyaluran bantuan agar kami dari DPRD bisa menyikapi, berapa besar dana yang sudah di keluarkan Pemkab, pastinya ini adalah tugas kami sebagai legislatif, tutur Johanes Sipayung.

Masalah Covid-19 menjadi alasan pemerintah Kabupaten pastinya hal ini menyebabkan pemborosan anggaran, jika tak di awasi DPRD di sansikan ada penggelembungan anggaran dan menjadi ajang kesempatan eksekutif melakukan pencurian dana APBD.

Tujuan sidag Anggota DPRD Simalungun di  Kecamatan adalah memastikan jumlah bantuan yang sudah di kirim pemerintah ke Daerah, meminimalisir penyelewengan dana APBD dan ketransparanan pangulu saat penyaluran bantuan di tengah wabah Covid-19. (SA)
Komentar

Berita Terkini