-->

Tuntut Ganti Rugi Lahan,Masyarakat Tutup Paksa Pembangunan Waduk.

harianfikiransumut.com : Bintan - Masyarakat Galang Batang mengeruduk proyek pembangunan waduk menuntut ganti rugi lahan mereka yang berada di kampung Majiran Desa Gunung Kijang, Jumat (3/3).

Pembangunan waduk yang dilaksanakan oleh PT.  Bintan Alumina Indonesia ( PT. BAI ) belum   memberikan ganti rugi lahan masyarakat sampai saat ini belum juga terselesaikan.

Menurut salah seorang warga yang bernama Anselmus mehor atau Ronall mengatakan,penutupan ini terpaksa kita lakukan karena sudah berapa kali dilakukan mediasi namun tidak mendapatkan kesepakatan.

Sementara lahan kita sudah di porak porandakan Pihak PT.  Bintan Alumina Indonesia.

Merasa kehadiran mereka tidak membuahkan hasil sesuai yang diharapkan,masyarakat  mulai gerah karena menunggu perwakilan perusahaan yang tidak ada kepastiannya.

Serentak mereka meminta pada para pekerja untuk menghentikan pekerjaan yang nyaris berujung bentrok karena para pekerja tidak mau pekerjaan mereka dihentikan.

Untungnya dilokasi ada Komandan Rayon Militer Kijang Kapten Aswandi dan anggota Babinsa serta Bhabinkamtibmas yang segera melerai dan meredam kemarahan massa sehingga bentrok tidak terjadi.

Sontak kemarahan warga mereda ketika perwakili dari PT. Bai hadir di tengah tengah warga.

Perwakilan dari PT BAI Aswandi menyampaikan akan mengawal proses penyelesaian sengketa lahan ini, kami juga akan melibatkan perangkat Desa dan pihak Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bintan.,ujarnya.

Aswandi juga mengusulkan kepada kedua belah pihak untuk membuat kesepakatan penyelesaian permasalahan dengan melibatkan semua pihak terkait.

Usulan Aswandi disambut baik oleh kedua belah pihak serta langsung membuat pernyataan bersama.

Diakhir pertemuan salah seorang warga yang bernama Romanus menyampaikan untuk selanjutnya pekerjaan tetap bisa dilanjutkan.

Namun, imbuh Romanus,apabila nantinya tidak ada penyelesaian,maka saya Romanus dan masyarakat yang lain akan kembali mendatangi lokasi serta menghentikan pekerjaan.

Pertemuan warga dan perusahaan yang di mediasi oleh Aswandi berlangsung secara kekeluargaan, setelah menandatangani surat kesepakatan.(dy)
Komentar

Berita Terkini