-->

Bupati Labuhanbatu Himbau Masyarakat Jangan Panik terhadap pandemi Covid-19


harianfikiransumut.com-labuhambatu : Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT menghimbau masyarakat tidak panik terhadap pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Hal itu ditegaskanya saat konfrensi pers adanya warga Kecamatan Bilah Hulu yang positif suspect virus corona, di Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu, Minggu (12/4/2020).

"Perlu digaris bawahi, bahwa adanya 1 orang warga Kecamatan Bilah Hulu dinyatakan positif Covid-19, namun kasus tersebut tidak didapatkan di Kabupaten Labuhanbatu melainkan hasil diagnosa dari RSU Elisabeth-Medan. Saya harap masyarakat jangan panik," himbau Bupati.

Bupati sebagai ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu, juga menegaskan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan cara membiasakan pola hidup sehat, mengurangi kegiatan diluar rumah serta menjaga jarak.

Hal senada, dikatakan Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat SIK,MH, agar masyarakat tetap mengantisipasi situasi terkini. Kapolres juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk dapat berjibaku mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin masif.

"Antisipasi penyebaran Covid-19 ini bukan hanya kerjaan dari gugus tugas saja, maka dari itu saya himbau seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan serta dalam pelaksanaannya saat ini dan dimasa mendatang," bilang Kapolres.

Untuk diketahui, adapun kronologis terhadap 'R.M',46, warga Jalan Perhubungan Gang Inpres Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, yang ditetapkan positif Covid-19 di RSU Elisabeth- Medan, dikhabarkan kini kondisinya cenderung membaik.

Merunut rekam perjalanan suspect tersebut, bahwa 'R.M' sejak tanggal 15 Februari 2020 melakukan perjalanan ke Jakarta dan hingga tanggal 3 Maret sempat menetap di Kota Tebing Tinggi dengan keperluan melayat kakaknya meninggal dunia. Sejak tanggal 15 Februari 2020 hingga kini belum pernah kembali ke Labuhanbatu.

Menindaklanjuti situasi yang berkembang di Kabupaten Labuhanbatu, Dinas Kesehatan setempat telah melakukan sterilisasi dengan melaksanakan penyemprotan terhadap tempat tinggal 'R.M' , serta memeriksa kondisi orang dekat suspect dengan pengawasan rutin secara teratur selama 15 hari kedepan.



Ditempat yang sama, Direktur RSUD Rantauprapat, dr. Syafril Harahap menerangkan, pihaknya telah mensiagakan sebanyak 2 tenaga dokter paru, 4 dokter penyakit dalam, 4 dokter anak, serta 8 perawat dengan 4 sip perminggunya. Tenaga medis ini disiapkan sebagai garda terdepan dalam memberi pelayanan kesehatan terhadap dampak Covid-19.

"Untuk ruang isolasi, RSUD Rantauprapat telah menyiapkan sebanyak 12 ruangan, dan sudah di standby-kan asrama atlit sebagai lokasi perawatan tambahan nantinya apabila diperlukan," tambah dr. Syafril. (M,Syarif)
Komentar

Berita Terkini