-->

Terkait Bau Busuk, Protes Terhadap APRIL Grup Terus Berlanjut


harianfikiransumut.com - Pelalawan : Belum genap satu bulan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, aktivitas pabrik Asian Pasifik Rayon (APR) yang beroperasi di kawasan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) diprotes masyarakat karena menimbulkan bau udara yang menyengat hidung.

Tidak tanggung-tanggung, dalam satu pekan terakhir terdapat beberapa aksi protes terhadap PT APR, karena bau busuk yang menyengat hidung itu dicurigai muncul setelah pabrik kapas itu beroperasi alias ada limbah yang dilepaskan ke udara. Masyarakat khawatir bau busuk itu berpotensi merusak kesehatan.

Terakhir yang melakukan aksi protes atau demo adalah Aliansi Menolak Bau Busuk (AMBB) yang tergabung dari unsur masyarakat dan mahasiswa. Aksi kali ini menuntut agar RAPP dan APR bertanggung-jawab atas bau busuk yang menghantui kesehatan masyarakat. Aksi dilakukan di depan Pos I RAPP.

Koordinator Umum Aksi AMBB, Tauhid Marifatullah kepada wartawan mengatakan, aksi protes tersebut hanya menuntut 2 poin penting, tentunya mengangkut bau busuk yang selalu menyengat hidung masyarakat Pangkalan Kerinci khususnya.

Poin yang pertama yakni menuntut dan tuntaskan bau busuk yang diakibatkan oleh pabrik APRIL group yaitu PT RAPP, PT APR dan APY. Karena diduga mengakibatkan pencemaran udara dan berdampak membahayakan kesehatan masyarakat. Sedangkan untuk poin yang kedua adalah meminta kepada perusahaan APRIL Group tersebut untuk mempublikasikan setiap harinya kualitas udara kepada masyarakat umum.

"Bau busuk ini sudah sangat-sangat dan sangat meresahkan masyarakat, jadi kita meminta perusahaan harus mencarikan jalan keluar agar perusahaan itu tidak lagi mengeluarkan bau. Alat pengukur kualitas udara juga sangat penting," bebernya.

Selanjutnya, Tauhid juga menegaskan bahwa 2 poin tuntutan AMBB itu wajib untuk dilaksanakan oleh pihak perusahaan, karena tidak ada tarik ulur, bahkan dalam waktu satu pekan, kedua poin tersebut sudah harus terpenuhi.

"Kita memberikan waktu selama satu minggu. Jika kedua poin ini tidak dipenuhi, kita akan melakukan aksi yang kedua dengan masa yang lebih besar. Terkait ini kita juga berencana akan melakukan aksi protes ke pemerintah pusat," tegasnya.

Sebelumnya gabungan pengurus RT/RW serta Kepala Lingkungan (Kaling) di Kecamatan Pangkalan Kerinci sempat menolak jajaran managemen RAPP yang hadir saat media tentang bau busuk di Ibukota Pelalawan itu, hal ini disebabkan managemen yang hadir itu tidak bisa mengambil keputusan.

Sebagaimana diketahui, bau menyengat ini memang sudah sangat meresahkan masyarakat banyak, bahkan ada sebagian masyarakat yang mengaku pusing-pusing dan mual ketika bau busuk itu menghampiri. Biasanya bau busuk itu akan muncul saat udara mulai lembab dan gerimis. (74Yung)
Komentar

Berita Terkini