-->

Di Usia Ke 67 Perguruan Pencak Silat Pelintau Tamiang Gelar Pentas Seni Perdana

harianfikiransumut.com - Aceh Tamiang : Pagelaran pentas seni budaya tradisional Tamiang "PELINTAU" perdana di usianya yang ke 67 tahun berlangsung di halaman Kantor PMI Kampung Medang Ara kecamatan karang baru kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu, (14/3/2020).

Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan di lanjutkan penyampaian laporan oleh Ketua panitia pelaksana oleh Muhammad Hanafi.

Selanjutnya, Ketua Umum Pencak Silat Pelintau, Arsyad dalam sambutannya menyampaikan, bahwa perguruan Pencak Silat Pelintau Tamiang ini berdiri sejak tahun 1953 silam yang di Ketuai oleh Tuan Guru OK.Said Yunus.

Kemudahan, seiring berjalannya waktu, perguruan pencak silat pelintau ini diteruskan oleh Tuan Guru Nyak Timbang di Rantau Panjang, Tuan Guru Nukman di Medang Ara.
Saat ini perguruan pencak silat pelintau Tamiang dibawah kepemimpinannya beralamatkan di Kampung Medang Ara, kata Arsyad.

Banyak prestasi yang di raih, bahkan pernah bertarung hingga ke manca negara dengan membawa nama Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain itu, Pencak Silat Pelintau Tamiang juga telah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai warisan Budaya TakBenda Indonesia.

Penetapan WBT tersebut dilaksanakan di pada 13 s/d 16 Agustus 2019 lalu di Hotel Millenium Jakarta, sebutnya.
Di Aceh Tamiang terdapat berapa perguruan pencak silat pelintau, diantaranya di kampung paya tampah, Kampung Alur Baung dan Kampung Menanggini kecamatan karang baru.

Arsyad mengharapkan, kepada pemerintah daerah untuk mendukung agar Pencak Silat Pelintau Tamiang ini dapat  berkembang, sehingga bisa sejajar dengan pencak silat setara internasional.

Perlu diketahui, pasilitas operasional perguruan pencak silat pelintau Tamiang masih kurang dan masih butuh perhatian dan dukungan pemerintah daerah.

Namun, semangat para pendekar Pelintau masih tetap tegar, Sehingga perguruan pelintau dapat bertahan hingga sampai saat ini, ungkapnya sembari mengharapkan dukungan dari pemerintah.
Ketua DPRK Aceh Tamiang sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Aceh Tamiang Suprianto ST, Apresiasi Dan Ucapan Terima Kasih Kepada Pengurus Sanggar Seni Pencak Silat Pelintau Tamiang Yang Telah Menyelenggarakan Pagelaran Pentas Seni Pencak Silat Tradisional Pelintau Tamiang.

Dalam Kesempatan tersebut, Suprianto ST mengatakan
Terima Kasih Yang Sebesar-besarnya Kepada Maha Guru Ok Said Bin Yunus Yang Merupakan Putra Asli Tamiang.

Beliau Sempat Berkelana Sejak Usia 15 Tahun Untuk Mencari Ilmu Silat, Mulai Dari Samosir Hingga Ke Siak Sampai Akhirnya Kembali Ke Tamiang untuk berguru kepada Tengku Lotan.

Dahulu, Silat Pelintau Diajarkan
Secara Sembunyi-Sembunyi dan Diajarkan Kepada Pemuda-pemuda Tamiang Agar Dapat Mempertahankan Dari Serangan Musuh Dan Utamanya Membantu Usaha-usaha Untuk Mengusir Para Penjajah Belanda Dari Tanah Tamiang.

Setelah Dikukuhkan Pada Tahun 1953, Barulah Silat Pelintau Ini Dapat Diajarkan Secara Terang-terangan.

Nama Pelintau Diambil Dari
Bahasa Tamiang Asli Yaitu “Pelin” Dan “Tau”. “Pelin” Berarti Semua Sedangkan “Tau” Artinya Tahu. Sehingga “Pelintau” Berarti “Semua Tau", jelasnya.

Ketua IPSI juga menyebutkan, Kita Patut Bersyukur Silat Pelintau Tamiang Telah Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2019 Oleh Direktorat Warisan Dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sejalan Dengan Hal Tersebut,
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Berkewajiban Untuk Mengembangkan Serta Melestarikan Kebudayaan Asli Tamiang, Terlebih-lebih Dalam Menghadapi Era Globalisasi.

Eksistensi Kesenian Tradisional Perlu Dipacu, Diberi Ruang Dan Terus Dipromosikan Untuk Meredam Berbagai Tantangan, Tekanan Maupun Pengaruh Negatif Budaya Asing Yang Berpotensi Mengikis Budaya Tamiang.

Melalui Pentas Seni Ini
Diharapkan, Kita Semakin Mengetahui Sekaligus Memahami Seni Pencak Silat Tradisional Pelintau Tamiang Serta Momentum Terbaik Untuk Pembinaan Seni Budaya Dan Sarana Hiburan Yang Bermakna Dalam Upaya Menjaga, Melestarikan Budaya Untuk Mengenal Jati Diri Dan Sekaligus Mewariskan Seni Budaya Tamiang Kepada Generasi Penerus Serta Dapat Menumbuhkan Rasa Memiliki Masyarakat Terhadap Aceh Tamiang Sebagai Pusat Budaya Nasional, pungkasnya.

Selanjutnya, Bupati Aceh Tamiang melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata Kabupaten Aceh Tamiang, Muslizar, S.Pd.MM dalam Sambutannya mengatakan bawa pemerintah kabupaten aceh tamiang sangat mengapresiasi dan menyambut baik atas dilaksanakannya kegiatan pentas seni pencak silat tradisional Pelintau Tamiang yang tahun 2020.

Pencak silat Pelintau  merupakan beladiri asli aceh tamiang dan juga memperkenalkan pencak silat tradisional khas tamiang kepada masyarakat.

perlu diketahui bahwa silat perintah utami yang adalah pencak silat seni yang lebih menonjolkan keindahan serta seni bela diri bagi orang kami yang pada tempo dulu.

Filosofinya, Pelintau lahir dari kearifan aceh tamiang para pendahulu belajar dari alam dan lingkungan sekitar hasilnya tercipta lah budaya silat perintah yang di dalamnya ada silat song song dan tebas tebang yang bermakna memapah kehidupan.

Diharapkan melalui pentas seni pencak silat tradisional pelintau tamiang 2020 ini, Silat Pelintau dapat lebih dikenal oleh masyarakat aceh tamiang.

Kemudian, mampu mentransformasi berbagai nilai yang terkandung di dalamnya untuk kehidupan yang lebih baik terutama bagi generasi muda agar tidak terpengaruh ke dalam hal-hal yang bernilai negatif.

Sehingga akan melahirkan generasi muda yang berjiwa seni dan berkepribadian yang baik dan juga sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah dalam menjaga serta melestarikan budaya yang ada di kabupaten aceh tamiang, pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri, oleh Ketua DPRK Aceh Tamiang, Kepala Disbudparpora Aceh Tamiang, Ketua MAA, Ketua DKA Aceh Tamiang, KNPI, Babinsa Koramil 02/Kbr, para Mukim, para Datok Penghulu, tokoh masyarakat, tokoh agama, para sesepuh dan perguruan pencak silat di kabupaten aceh tamiang, serta masyarakat setempat, (pakar).
Komentar

Berita Terkini