|

Pembangunan Jalan Rabat Beton Nagori Bandar Silou, Diduga Terkesan Asal Jadi

harianfikiransumut.com - Simalungun : Pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran  2019 di Huta II Turunan Sariung Nagori Bandar Silou Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun diduga dikerjakan oleh Tim pelaksana kegiatan (TPK) tidak sesuai dengan spesifikasi bangunan dan terkesan asal jadi.

Pasalnya, dari hasil pantuan langsung awak media ini di lapangan dalam pengerjaannya pengerasan jalan rabat beton sepanjang 284 meter, dengan lebar 3 meter dan tinggi 0.15 meter yang menelan biaya sebesar Rp 191,5 juta tersebut, pihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) disinyalir sengaja mengurangi campuran materialnya dan dikerjakan asal jadi saja karena dalam pengadukan dengan menggunakan mesin molen tersebut materialnya seperti semen, pasir dan batu kerikilnya hanya main taksir saja dengan mengunakan skop dan ditambah lagi dasar jalan yang dirabat beton sebahagian belom ada pengerasan sama sekali.
Ditemui di lokasi pekerjaan, Selasa (17/12) sekira jam 11.00 wib, Munajat (45) salah seorang perkerja yang mengaku sebagai kepala tukang  pada awak media ini mengatakan pihaknya mengerjakan pekerjaan ini memakai material semen merk holcim dengan ukuran 40 kg, Pasir dan batu kerikil ukuran 2-3 dengan perbandingan 1 kali 2 kali 2. Maksudnya semen 1 sak, pasir 2 angkong (beko) dan 20 ember kecil batu split. Sementara sesuai data yang kita dapatkan melalui dinas terkait spesifikasi pengerjaan rabat beton ini harus dikerjakan dengan cara 1 kali 2 kali 3. Maksudnya kalau semennya memakai kemasan 40 kg pasirnya harus 80 kg dan batu splitnya harus 120 kg. Kalau pengerjaan ini dikerjakan seperti yang dikatakan kepala tukang tersebut jelas ini sudah menyimpang dan melanggar ketentuan yang telah ditetapkan didalam spesifikasi bangunan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan sudah pasti kwalitas bangunan yang dikerjakan hasilnya pasti tidak maksimal.

Lebih jauh lagi kepala tukang tersebut ketika ditanya mengapa cara mencampur semen pasir dan batu splitnya dikerjakan seperti itu,  ianya menjawab kami tak tahu menahu tentang itu pak, kami hanya tukang yang diperintahkan untuk mengerjakan pekerjaan ini oleh pangulu (Kades) dan gamot (Kepala Dusun) seperti itu. Untuk lebih jelasnya tentang itu silahkan tanyakan sendiri saja kepada mereka, ucapnya.

Senada dengan kepala tukang tadi, Gamot huta turunan sariung Hermansyah Sarumpaet yang juga menjadi salah seorang anggota TPK ketika dimintai keterangannya via telpon seluler tentang bagaimana cara membuat perbandingan mencampur material rabat beton tersebut tidak dapat menjelaskannya dengan benar.

” Masalah itu silahkan aja ditanyakan kepada sekretaris desa atau kepangulunya karena saya tidak mengetahui secara jelas bagaimana rumusnya dan saya juga tidak ada memegang data tentang itu, ” Jelasnya.

Pertanyaannya bagaimana bisa anggota TPK tidak tahu rumus perbandingan material yang dipergunakan oleh tukang dalam melaksanakan pekerjaan tersebut dan semua menyerahkannya kepada kepala desa atau pangulu. Kalau anggota TPK saja tidak tahu tentang itu bagaimana pula tukang bisa dengan baik dapat mengerjakannya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan atau memang hal itu sengaja dibiarkan seperti itu karena sudah ada main mata antara TPK, Tukang dan Pangulu untuk meraup keuntungan yang besar dari proyek tersebut.

Dilain pihak, Salah seorang warga yang juga mantan Pangulu Nagori Bandar Silou Usman Purba ketika dimintai tanggapannya terkait hal ini mengatakan rabat beton ini seharusnya diprioritaskan lebih dulu terhadap jalan yang sudah dilakukan pengerasan seperti yang sudah di canangkan semasa beliau menjabat pangulu. Jangan terus dialihkan kemana-mana yang belum jelas manfaatnya bagi seluruh warga khususnya warga huta II Bandar Silou.

” Saya juga heran kenapa jalan yang belum dilakukan pengerasan dasar sudah dilakukan rabat beton oleh pangulu yang sekarang sementara masih banyak lagi jalan yang sudah jadi prioritas semasa saya menjabat belum juga selesai dilakukan rabat beton. Harusnya pangulu yang sekarang menjabat dapat meneruskan apa yang sudah menjadi hasil musyawarah dalam musrenbang dari masa pangulu sebelumnya. Ada apa dengan pangulu sekarang ini?” Ungkapnya.

Pangulu Nagori Bandar Silou Syahyuti ketika ditemui langsung beberapa waktu lalu tepatnya didepan bengkel sepeda motor disamping rumahnya saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan apa yang dilakukan dimasa kepemimpinannya ini jangan dikait kaitkan dengan pangulu sebelumnya.

” Saat ini saya yang menjabat dan apa yang saya lakukan dengan pembangunan di nagori ini jangan dikaitkan dengan pangulu sebelumnya. Saya tidak suka itu nanti bisa emosi yang timbul, ” Jelasnya dengan nada tinggi sambil pergi begitu saja.

Sampai berita ini diturunkan pengerjaan pengerasan rabat beton tersebut terus dikebut pengerjaannya agar segera cepat selesai tanpa memikirkan kwalitas bangunannya karena mengejar target waktu yang sudah ditentukan.(AGP)8
Komentar

Berita Terkini