LANGKAT

OLAHRAGA

DAERAH

Diduga Tak Hargai Adanya OKP ” Rundingan Ketua IPK Dengan Kades Pematang Obo Berujung Ricuh

Kamis, 16 Mei 2019 | 09.26 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
harianfikiransumut.com - Bhatin Solapan - Organisasi Kepemudaan ( OKP ) Ikatan Pemuda Karya ( IPK ) merasa tak terima akibat ulah Kepala Desa ( Kades) yang diduga mengambil alih atau menghendel Proyek pembangunan WhorShop PT. Agung Toyota yang terletak di Jalan Lintas Kulim Km.4 Desa Pematang Obo Kecamatan Bhatin Solapan Kabupaten Bengkalis.

Yang mana sebelumnya dipertanyakan kepada Johan Selaku Pimpinan Proyek ( Pinpro ) PT. Dinamika Purindo Nisantara selaku pihak Perusahaan atau pemenang Proyek saat berkunjung di kediaman Rasimun Manurung selaku Ketua DPD IPK Tingkat II Kabupaten Bengkalis (14/05) sekira pukul 19.30 Wib.

Di kesempatan itulah Rasiman Manurung langsung mempertanyakan perihal kontrak kerja sama dengan pihak Desa, Namun ternyata tidak ada kontrak kerja sama apapun dengan pemerintah desa.

Mendengar jawaban dari pihak Pinpro ,Rasiman pun segera mendatangi Sirait selaku Kepala Desa ( Kades ) Pematang Obo (14/05) sekira pukul 22.00 wib, guna meminta agar Sirait selaku Kepala Desa Pematang Obo tidak mencampuri proyek yang bukan berasal dari Proyek Desa atau APBD Bengkalis.


Kepada awak media Rasiman Manurung saat dikonfirmasi ( 15/05 ) menjelaskan awal mula terjadinya perseteruan tersebut ” Saat itu saya datang ke rumah kepala desa guna meminta agar kepala desa Pematang Obo tidak ikut campur atau mengambil andil pekerjaan / proyek yang bukan berasal dari dana APBD ( Proyek Desa ) ,” Ucapnya

” Namun Upaya saya untuk meminta Kades Pematang Obo agar tidak mencampuri proyek uang di kerjakan di luar dana desa ternyata tidak ada tanggapan / respon sama sekali , merasa tidak ada jawaban dari atau keputusan dari Sirait saya pun permisi meninggalkan rumahnya,” Imbuhnya

” Namun keesokan harinya ternyata sekumpulan masa yang diduga sengaja di datangkan oleh Sirait sudah berada di seputaran PT. Agung Toyota ,sehingga terkesan seolah – olah ingin menghendel Proyek tersebut ,hingga pada akhirnya terjadilah perdebatan yang berujung bentroknya masa dari IPK dengan Masa dari Kades Pematang Obo ,” Terangnya.

” Dalam hal ini Kami selaku OKP meminta kebijakan dari pemerintah Kabupaten Bengkalis agar dapat meneliti permasalahan ini serta kami juga mempertanyakan apakah seorang Kepala Desa ( Kades ) bisa mengkop atau mengambil alih proyek yang bukan proyek desa dengan alasan agar warganya mendapatkan jatah kerja di proyek tersebut, ” Tutup ketua DPD IPK ini dengan penuh tanda tanya .

Sementara itu Saat dikonfirmasi melalui Via Selularnya ( 15/05 ) Sirait mengatakan bahwasannya dirinya sama sekali tidak terlibat dan tidak tau menau perihal Kegaduhan tersebut serta menampik semua tuduhan atas dirinya memfasilitasi serta menghendel Proyek diluar dana desa tersebut.

” Itu tidak benar .desa cuma mengupayakan masyarakat bisa kerja di proyek itu.itu aja bang ,” Ucapnya.

” lagian pemenang tender itu kan orang jakarta dan saya ngak ada mau menghendel Proyek tersebut apalagi memfasilitasi masa untuk melakukan keributan itu sama sekali tidak benar ,” Bantahnya.

” Lagian saya kesini karena mendapatkan telfon dari pihak PT yang mengintruksikan bahwasannya beberapa warga saya sudah berada di sana, jadi intinya saya memang tidak mengerti sama sekali  ,” Imbuhnya.

Sementara itu seorang warga desa Pematang Obo yang juga terlibat dalam perkelahian mengatakan bahwasannya saat itu dirinya di suruh Kades membeli makan.

Namun sekali lagi Kedes Pematang Obo mengatakan bahwasannya dirinya tidak tau menau ataupun memnfasilitasi warganya untuk melakukan keributan apalagi sampai menyuruh membeli makanan ,Jadi semua itu bohong dan tidak benar ,yang jelas saya tidak ada menggumpulkan mereka dan setau saya mereka berkumpul atas kemauan mereka sendiri jadi dalam hal ini sekali lagi saya tegaskan saya sama sekali tidak tau, ” Tutupnya.

Seperti hasil pantauan Awak Media dilapangan ,sebelumnya pihak Kades yang ditemani oleh Oknum TNI mendatangi Kantor IPK guna melakukan perundingan dengan Rasiman Manurung  di kantor IPK yang berada di Jalan Lintas Kulim Km. 4 Kecamatan Bhatin Solapan.

Yang mana dalam rundingan tersebut kedua belah pihak sedang membahas permasalahan yang terjadi ,tiba – tiba beberapa orang dari kubu desa Pematang Obo mendadak datang menuju Kantor IPK dimana saat itu masih terjadi Perundingan sementara di sebrang jalan terlihat beberapa orang sedang berkumpul

Akibat datangnya beberapa orang dari pihak lawan sontak saja adu mulut terjadi antara kedua belah pihak dan perkelahian pun tak bisa di elakkan lagi sehingga Masa dari Kubu Desa Pematang Obo yang saat itu berkumpul berhasil di halau oleh masa dari IPK.

Melihat kejadian tersebut dan suasana sudah mulai tak terkendali Ketua Rasiman Manurung mengintruksikan anggotanya untuk kembali ke pos IPK agar kericuhan tidak semakin melebar , Namun lagi – lagi Keributan kembali Memuncak setelah masa dari Desa Pematang Obo melempari Batu dan menantang OKP IPK dengan mengeluarkan bahasa – bahasa kasar.

Merasa tak dihargai ,Emosi para anggota IPK pun memuncak dan kembali menyerang sekerumpulan masa dari Pematang Obo sehingga membuat segerombolan massa tersebut berhamburan menghindari Amukan massa IPK yang sudah memuncak .

Sementara itu beberapa Oknum TNI langsung melerai pertengkaran tersebut dan meminta massa dari IPK untuk kembali ke tempat mereka masing – masing, dimana selanjutnya Oknum Kepolisian Mandau yang mendapatkan kabar langsung turun kelapangan guna mengumpulkan beberapa keterangan dari ke dua belah pihak untuk mengetahui perihal penyebab Kegaduhan ini bisa terjadi.

Setelah memastikan keadaan benar – benar aman dan memberikan intruksi kepada kedua belah pihak agar bisa menahan diri dan agar tak terpancing emosi sehingga di khawatirkan akan kembali terjadi keributan ,Pihak Polsek Mengintruksikan agar Massa dari desa Pematang Obo dan IPK membubarkan diri demi mengantisipasi adanya Konflik antara kedua Kubu. (Duliater/Uje )

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru