|

Tebing Tinggi potensial sebagai pusat wisata kuliner

harianfikiransumut.com -Tebing Tinggi : Kota Tebing Tinggi merupakan sebuah kota kecil yang minim akan potensi wisata alam, namun diakui memiliki potensi unggulan sebagai sektor wisata kuliner.

"Potensi Sungai Padang  bisa dijadikan objek wisata khas Tebing Tinggi, jika keberadaannya dipoles dan dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah serta didukung masyarakat sekitar melalui kulinernya," kata Anggota DPR-RI Sofyan Tan di Tebing Tinggi, Jumat.

Hal itu ia sampaikan pada acara gerakan sadar wisata yang dipusatkan di  taman Kota Tebing Tinggi.

Ia mengatakan sikap mengenal dan sadar wisata dapat diwujudkan ketika semua pihak sudah memperhatikan dan menerapkan prinsip sapta pesona yakni, aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan,

Sebagai contoh, warga di sekitar pinggiran Sungai Padang dapat melihat dan mengeksekusi peluang dengan mendirikan restaurant (rest area) yang menyajikan berbagai panganan dari ikan-ikan sungai.

"Sehingga, orang-orang yang ingin menuju objek wisata Danau Toba, tertarik untuk singgah sembari menikmati pemandangan sungai terbesar di Kota Lemang ini," katanya.

Dikatakanya pariwisata bisa berkembang pesat di suatu daerah, jika masyarakatnya dapat menjaga ketertiban maupun kebersihan dilingkungannya masing-masing,karena hal tersebut merupakan modal terpenting dalam pengembangan sektor pariwisata di suatu wilayah.

Selain kota jasa dan perdagangan, Tebing Tinggi ke depannya berpeluang menjadi destinasi wisata kuliner yang terfavorit. pasalnya, kebersihan, keamanan serta ketertiban di kota ini dinilai sudah cukup baik. Dan itu merupakan kelebihan yang harus dimaksimalkan oleh pemerintah bersama pihak terkait lainnya termasuk masyarakat," terangnya.

Sementara Pj.Sekda Tebing Tinggi H.Marapasuk siregar menyebutkan pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut dan merupakan agenda  yang dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut menerapkan sapta pesona demi mendukung keberadaan sektor pariwisata di daerah itu.

Sadar wisata itu sejatinya sebagai sebuah kondisi yang menggambarkan kesadaran untuk mendorong partisipasi maupun dukungan dari masyarakat guna menumbuhkan iklim pariwisata.

"Karenanya saya mengharapkan OPD terkait, para pelaku wisata, tokoh masyarakat dan pelajar dapat memberikan dedikasinya kepada masyarakat luas agar jiwa kepariwisataan itu mampu berkembang di Tebing Tinggi," katanya.(Nzl)
Komentar

Berita Terkini