|

Rutan Lapas Kelas II Bener Meriah, Minim Operasional

harianfikiransumut.com
Bener Meriah : Rutan Lapas kelas II B Kabupaten Bener Meriah, bisa dikatakan minim operasional. Betapa tidak, saat ini Lembaga Permasyarakatan (LP) kelas II B Bener Meriah itu masih kurang akan sarana dan prasarananya. Seperti mobil ambulance dan genset beserta aula tempat didong dan jalail khairat dimana kegiatan yang sering di lakukan oleh para napi di dalam rutan tersebut.

Baharuddin, SH selaku Kalapas kelas II B Bener Meriah itu menerangkan pada media ini Rabu (20/3), "selama ini dengan tidak adanya mobil ambulance untuk membawa para napi yang sakit, dengan terpaksa harus menggunakan mobil pribadi  pegawai lapas. Pun demikian sebaliknya, bila listrik padam pihak lembaga permasyarakatan (LP) sedikit kewalahan, dikarenakan genset kita belum ada," terang Burhanuddin.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya tidak lelah dalam mencari solusi demi kesejahteraan bagi narapidana yang ada di dalam Rutan tersebut, yang berjumlah 73 orang, sebutnya.

"Kita selalu berupaya untuk bisa menciptakan suasana yang nyaman untuk narapidana yang ada di dalam rutan ini, agar mereka (napi-red) merasa puas akan pelayanan yang diberikan, seperti yang kita harapkan," katanya.

Saat ini grup didong dan grup jalail khairat yang di bentuk dan di ketua langsung oleh Burhanuddin, SH selaku Kalapas Rutan II B Bener Meriah, telah solid dan sudah berjalan hampir tiga (3) bulan lebih, meski Mushalla setempat saat ini yang kita gunakan, terang Burhanuddin.

Namun, Kalapas Rutan II B Bener Meriah telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Plt Bupati Tgk. H. Sarkawi, terkait mobil ambulance dan pembangunan sarana aula untuk kegiatan yang telah dilaksanakan seperti 'Didong' dan 'Jalail Khairat'.

Bahkan, pihak Kalapas sangat mengharapkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah agar bisa mencari solusinya. Justru program didong serta jalail khairat yang telah di ajarkan kepada para narapidana itu, bahagian dari program kegiatan positif yang dikembangkan di dalam rutan lembaga permasyarakatan ini.

Diharapkan nantinya, para napi tersebut bisa mengikuti perlombaan baik tingkat kabupaten maupun provinsi, yang dapat membawa nama baik daerah dataran tinggi Tanoh Gayo ini, tutur Kepala Lembaga Permasyarakatan (LP) kelas II B Bener Meriah Burhanuddin, SH mengakhiri, (dasa).
Komentar

Berita Terkini