LANGKAT

OLAHRAGA

DAERAH

Mulyadi Ketua GMNI Aceh Tengah : "Dunia Pendidikan di Aceh Tengah Penuh Aroma Politik"

Rabu, 27 Februari 2019 | 16.46 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:

harianfikiransumut.com -
Takengon : Jika dunia pendidikan bila sudah di kaitkan pada dunia politik, maka akan di bawa kemana arah dunia pendidikan yang berkarakter untuk anak bangsa. Betapa tidak, saat ini polemik yang terjadi pada Sekolah Dasar Negeri 10 Bersama. Pasalnya, dimana kepala sekolah tersebut telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar melalui Dinas Pendidikan setempat, untuk di tempatkan di sekolah SDN 10 Bebesen itu sebagai Kepala Sekolah.

Namun, karena persoalan yang di tenggarai tidak transparan akan pengelolaan dana BOS, sang kepala sekolah tersebut tidak diterima oleh oknum dewan guru. Akibat dari mogoknya para oknum dewan guru itu, jelas berimbas pada murid siswa-siswi yang ingin mengikuti mata pelajaran, di karenakan para guru tersebut mogok belajar. Hal itu di gelontorkan oleh Mulyadi selaku Ketua Gerakan Mahasiswa  Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah, Rabu(27/2).

Lebih lanjut di katakan Mulyadi, dirinya meminta Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah untuk segera menindak lanjuti tuntutan guru tersebut, karna ini akan berdampak buruk terhadap dunia pendidikan khususnya kepada para murid di Sekolah Dasar (SD) 10 Bebesen itu, pintanya.

"Masalahnya saat ini seluruh guru di sana sudah melakukan mogok mengajar, jikalau kepala sekolah tersebut masih di paksa tugaskan di sekolah tersebut, maka ini akan berdampak negatif bagi siswa-siswi di sekolah tersebut,"  ujar Mulyadi.

Tak ayal, saya menduga ada unsur politis dalam penempatan kepala sekolah di SD tersebut, karna sudah jelas, 17 guru pendidik yang menolak kepsek ini di tempatkan di sekolah itu, bahkan kononnya lagi 15 tahun sudah kepala sekolah tersebut pernah
mejabat sebagai Kepala Sekolah di sekolah tersebut, imbuh Mulyadi.

Di katakannya lagi, saya rasa tidak perlu pertimbangan lagi, untuk menunggu sampai tiga bulan masa percobaan sebagai Kepala Sekolah, karena sudah 15 tahun yang lalu sudah cukup dan saya rasa ke-17 pengajar disana sudah punya catatan baik buruknya tentang kinerja kepala sekolah ini di tambah lagi dengan adanya dugaan arogansi, dan ketidak teransparanan kepala sekolah terhadap dewan guru disana, sebut Mulyadi.

Sementara itu, kita dari GMNI Aceh Tengah, meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah untuk segara memenuhi tuntutan 17 guru di sana, agar melakukan penyegaran (pergantian) terhadap kepala sekolah yang di tempatkan disana, jelas Mulyadi. (Dasa )

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru