LANGKAT

OLAHRAGA

DAERAH

MAFIA PENAMPUNG INTI SAWIT DIBIARKAN MERAJALELA. USAHA ILEGAL MARAK DIDAERAH DUMAI, SIMPANG BANGKO, DURI 13 DAN SIMPANG BATANG

Jumat, 01 Februari 2019 | 20.17 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
harianfikiransumut.com - Dumai : Akhir-akhir ini usaha ilegal didaerah kabupaten rohil, kab. Bengkalis dan kota dumai kian merajalela dan kebal hukum. Dimana seperti penampungan inti buah sawit (carnel) sejak lama marak tak pernah tersentuh hukum.

Diduga usaha ilegal itu dibiarkan menjamur.
Dibeberapa titik disepanjang jalan dumai – balam rohil maupun dari dumai – gelombang arah pekanbaru usaha mafia penampung inti sawit ilegal berjalan mulus. Para  pengusahanya tidak asing lagi mudah ditebak sebab ciri khasnya tampak mewah memiliki mobil dan uang banyak dan selalu tampil istimewa dipandang mata karena merasa kebal hukum.bisa mendulang uang mencetak keuntungan setiap hari aman-aman selama ini.

Penampungan inti sawit (carnel) berdasarkan pantauan awak media ini, ditambah dengan sejumlah informasi dilapangan bahwa usaha mafia menampung inti buah sawit selama ini beroperasi aman-aman dan beraktifitas siang dan malam secara besar-besaran.

Lokasi mafia penampungan inti ilegal itu ada bercokol didaerah simpangan batang (Wil. Kab. Rohil) di simpang bangko dan duri 13 (wil. Kab. Bengkalis) serta di daerah bukit kapur, bagan besar dan bukit nenas (wil. Kota Dumai).

Selama ini diduga kebal hukum sebab tidak pernah terlihat pihak berwajib merazia lokasi usaha mafia tersebut. Sehingga banyak kalangan menilai bahwa mafia penampung inti ilegal itu telah menjinakkan pihak oknum berwajib hingga tak berkutik.

Disinyalir “toke mafia penampung inti buah sawit memberi upeti” untuk menutup mulut pihak oknum-oknum yang berkompeten “seperti oknum berwajib yang punya jabatan dan kewenangan memberangus usaha ilegal tersebut. Dibuatnya hingga tak berdaya alias tetap tutup mata”.

Menurut sumber yang layak dipercaya, ciri khas toke atau bos usaha penampung carnel (inti biji sawit) tersebut terlihat cepat kaya mendadak punya mobil hingga 2 atau 3 unit dan banyak uang dari hasil mafia menampung inti sawit tersebut tidak pernah tersentuh hukum dan tak bayar pajak ke negara.

Tidak heran menurut informasi dirangkum tim awak media ini bahwa toke-toke mafia inti sawit tersebut berpoya-poya dan selalu menikmati surga dunia ditempat-tempat indihoi seperti dipekanbaru, bahkan ke medan dan juga ada ke jakarta karena uangnya banyak dan kebal hukum. Tidak tertutup kemungkinan karena banyak uangnya mafia minyak CPO dan mafia penampung inti buah sawit (carnel) banyak yang kaya mendadak sehingga mampu menikmati keindahan daripada dunia hitam selama ini.

Pertanyaannya sampai kapankah dibiarkan merajalela usaha ilegal penampungan minyak CPO dan penampung inti biji sawit yang beroperasi didaerah riau. Apakah perbuatan melanggar hukum itu tetap dipelihara ? ini terpulang pada aparat penegak hukum di Riau dan petinggi pemerintahan di Riau sudah saatnya mengambil langkah untuk upaya memberantas mafia mafia usaha ilegal yang selama ini terkesan kebal hukum dan aman-aman beraktifitas bebas tanpa ada payung hukumnya serta tidak membayar pajak ke negara. Kita tunggu saja ! (Rds/Duliater)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru