LANGKAT

OLAHRAGA

DAERAH

“DIDUGA PEMERINTAH BELUM DENGAR KELUHAN WARGA PETANI SEI SEMBILAN” JALAN PU HANCUR BABAKBELUR, RATUSAN TON BUAH SAWIT HASIL PERTANIAN PERHARI SULIT DI KELUARKAN

Jumat, 08 Februari 2019 | 19.52 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
harianfikiransumut.com - Dumai : Hasil produksi panen sawit warga masyarakat Buluh Ala dan Basilam Baru maupun daerah Tiangjong setiap hari bisa mencapai ± 300 ton. Hasil panen sawit buah tandan segar ini sulit di keluarkan untuk di bawa keluar daerah akibat akses jalan hancur dan penuh lubang.
Kondisi jalan utama yang disebut jalan PU sekarang ini sudah memperihatinkan ujar warga Buluh Ala kepada wartawan media ini Jum’at pekan lalu.

Dalam 5 tahun terakhir ini akibat kondisi jalan rusak hasil panen perkebunan warga pengangkutannya keluar tersendat. Padahal produksi panen kebun sawit warga cukup mengembirakan. Namun kendala yang di alami masyarakat karena jalan PU satu-satunya akses keluar masuk kondisinya hancur babak belur lantaran pembangunannya belum tuntas di lakukan pemerintah.

Penelusuran Kru media ini di lapangan,  tampak beberapa mobil pengangkut buah sawit dari kebun masyarakat seperti di desa Buluh Ala, basilam baru, batu teritip dan dari Tiangjong. Tetapi transportasi tersebut apalagi kebetulan iklim hujan membuat arus transportase tersendat dan sejumlah mobil pengangkut buah sawit tandan buah segar terpuruk terperosok masuk ke lubang yang menganga. Mobil yang terpuruk sulit di keluarkan sehingga timbul kemacetan.

Hal ini lah dampak dari kerusakan jalan PU lintas purnama - batu teritip yang hingga kini belum ada perbaikan. Bahkan kerusakan jalan makin parah akibat ulah mobil pengangkut kayu olahan cara ilegal. Mobil pengangkut kayu terperosok di kubangan yang merupakan ranjau di badan jalan.
Seperti pekan yang lalu beberapa unit mobil pengangkut kayu “diduga kayu curian dari hutan” sei sinepis batu teritip.

Kondisi jalan rusak yang cukup parah ada di daerah Sungai Teras Basilam Baru, dan juga sebelum pangkalan. Arus lalu lintas setiap hari padat namun sangat berpengaruh besar terhadap mobilisasi perekonomian masyarakat karena hasil panen sawit milik warga tersendat di bawa  keluar daerah Sungai Sembilan. Inilah yang selama ini telah bertahun-tahun yang dikeluhkan masyakat Sei Sembilan Dumai.

Diduga kuat keluhan warga ini “belum di dengar Pemerintah kota Dumai dan Pemerintah Prov Riau” sampai berita ini di ekspos, Kadis PU Prov Riau dan Gubril terpilih Periode 2019 sampai 2023 belum dapat di konfirmasi. (Duliater/Rds/ben)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru