LANGKAT

OLAHRAGA

DAERAH

213 Kampung Di Aceh Tamiang Ikuti Bimtek Pengelolaan Keuangan Kampung.

Senin, 28 Januari 2019 | 12.38 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
harianfikiransumut.com - Aceh Tamiang : Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui DPMK.PP dan KB  menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Siskeudes kepada Sekretaris dan Bendahara yang di ikuti oleh 213 Kampung (Desa) berdasarkan Permendagri no 20 tahun 2018 bertempat di Gedung Pesantren Raja silang Kampung Tanjung Seumantoh Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (28/01).

Drs. Tri Kurnia Kepala DPMKPP-KB melalui Maizul Fazli, S. Sos Kepala Bidang Pemberdayaan Pemukiman dan Kampung di DPMKPP-KB Aceh Tamiang saat di konfirmasi media ini menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan Permendagri Nomor 20 tahun 2018 tentang pengelolaan Keuangan Kampung,(Desa-red) diperuntukkan kepada Bendahara dan Sekretaris Kampung di 213 Kampung.

Dengan tujuan agar para Sekretaris dan Bendahara dapat mengelola keuangan kampung dengan baik, Sekretaris Desa mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan APB Desa serta megngkordinasikan penyusunan laporan keuangan Desa dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APB Desa, jika kegiatan ini tidak dilaksanakan, dikhawatirkan mereka tidak mengetahuinya dengan adanya perubahan perubahan pada peraturan Menteri dalam negeri, terangnya.

Maizul Fazli, S. Sos juga menjelaskan, kegiatan Bimbingan Teknik ini dilaksanakan selama 12 hari dan terbagi dalam tiga(3) gelombang, dengan peserta Bendahara dan Sekretaris Kampung dari 213 Kampung di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pada Gelombang pertama ini diikuti oleh Lima (5) Kecamatan meliputi Kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, Rantau, Banda Mulia dan Kecamatan Tamiang Hulu dengan peserta Kampungnya masing-masing.

Maizul Fazli, S. Sos menambahkan kepada para peserta diharapkan dapat mengerti dan terus didayagunakan sehingga apa yang dipelajari lewat bimtek dapatlah ini  memberikan nilai tambah dalam menjalankan pelaksanaan tugas-tugasnya, sehingga dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran-pelanggaran dalam pengelolaan keuangan Kampung, tutupnya nya mengakhiri, (pakar).

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru