LANGKAT

OLAHRAGA

DAERAH

Polsek Prapat Ciduk 3 Wanita Penghibur di Warung Remang-Remang

Senin, 31 Desember 2018 | 12.52 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
harianfikiransumut.com - Asahan :Setiap hari beraktivitas penuh sajian minuman keras(miras) dan tuak dibarengi dengan musik yang bak diskotik,warung remang-remang di persimpangan BOW jalan lintas kisaran- Bandar pasir Mandoge, kecamatan buntu pane,Kabupaten Asahan sangat meresahkan masyarakat.

Pasalnya  Warung yang diduga jadi ajang mesum itu,kerap rawan protitusi dan mengakibatkan keributan serta tindak kejahatan lainya.

Pemilik warung yang arogan tak mau menyebutkan namanya,dan mengatakan kalau warungnya tak ada yang bisa menutupnya."Silakan buat dan tutup warung saya kalau bisa,saya tidak takut",katanya.

Terkait hal tersebut, Puluhan omak-omak warga desa sei silau timur, kecamatan buntu pane yang ramai mendatangi warung itu, Minggu,(30/12) sekira pukul 21.00 Wib karena merasa kesal dan resah dengan aktivitas warung remang-remang disimpang BOW.

"Kami sering ribut pak dengan suami kami dirumah yang selalu keluar rumah dan mabuk,karena suami kami  ke warung ini, Apalagi selain minuman keras, warung ini juga menyediakan wanita penghibur sebagai pelayan untuk mesum".Ungkap Citra(31) warga buntu pane sembari meminta untuk menutup warung ini dan mengancam akan membawa massa lebih banyak lagi.

Kapolsek Prapat Janji AKP. Nasip Manurung yang mendapat informasi itu, bersama anggotanya langsung turun ke lokasi,dan membenarkan adanya aksi kaum ibu-ibu yang mendatangi warung di BOW ini, Masih menurut Kapolsek di lokasi,kita akan tindaklanjuti persoalan ini,dan para wanita yang diduga sebagai penghibur kita amankan di Polsek untuk di proses lebih lanjut.

Sementara itu,pemilik warung juga kita panggil untuk dimintai keterangannya,tegas Kapolsek sambil mengatakan akan kita tutup warung ini, Sementara itu,tanggapan keras juga dilontarkan Kepala Desa sei silau timur Jamaluddin,SH yang turun juga kelokasi."Dihadapan polisi dan 4 orang wanita penghibur serta pemilik warung menegaskan, usaha ibu yang sudah meresahkan masyarakat harus ditutup,jangan kotori kampung kami dengan aktivitas warung remang-remang, musik dam,dem,dum apalagi menyediakan pekerja tanpa indentitas yang jelas."al sambil menyeruhkan tutup warungnya.(suhardi)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru