LANGKAT

OLAHRAGA

DAERAH

Perwakilan Nawa Cita Institut Temu Ramah dan Diskusi Bersama Pemkab Bener Meriah dan Insan Pers

Kamis, 22 November 2018 | 14.42 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
hariansumut.com - Bener Meriah : Sunarto selaku perwakilan nawa cita institut dari Jakarta melakukan temu ramah dan diskusi bersama Pemkab Bener Meriah, jajaran SKPK dan Insan Pers Bener Meriah di Pendopo Wakil Bupati Bener Meriah, pada Rabu (21/11/2018), pukul 20.00 WIB, setelah shalat Isya.

Dalam pemaparannya saat diskusi Sunarto menjelakan, "bahwa langkah pemerintah pusat dalam menyukseskan sembilan program atau yang disebut Nawa Cita membutuhkan peran aktif pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha".

Menurut Sunarto, Pemerintah Daerah dalam upaya percepatan pembangun daerahnya perlu melibatkan perguruan tinggi sebagai penyeimbang, dimana salah satu hal penting yang bisa diupayakan perguruan tinggi dalam mewujudkan percepatan pembangunan daerah, melalui inovasi-inovasinya.

"Perguruan tinggi dapat berperan sebagai tangki pemikir dalam memberikan berbagai masukan kepada pemerintah daerah termasuk Kabupaten Bener Meriah untuk membreakdown program-program yang diterapkan dalam Nawa Cita dan untuk itu, kiranya Pemda Bener Meriah dapat memikirkan dan memanfaatkan perguruan tinggi yang dianggap mapan dan mampu untuk melakukan hal ini dalam membangun daerah. Bahkan, perguruan tinggi bisa memberikan masukan seperti halnya menyiapkan regulasi sesuai dengan potensi daerah seperti pertanian dan lain-lainnya yang dimiliki daerah ini secara komprehensif dari hulu hingga hilir, jelannya".

Lebih lanjut Sunarto mencontohkan, program inovasi yang dilakukan Nawa Cita Institut dengan dibeberapa tempat sebagai contoh di Sumatera Selatan. Mereka membuka 1.000 hektare sawah yang diusulkan 500 anggota koperasi untuk mencetak sawah baru. Hal ini juga dapat dilaksanakan di Bener Meriah dengan memanfaatkan alih fungsi hutan melalui program program hutan sosial dengan produk unggulan komuditi tertentu dengan menggunakan wadah koperasi.

Berangkat dari beberapa contoh tersebut, Sunarto berpandangan Kabupaten Bener Meriah tentunya memiliki produk unggulan seperti kopi, palawija, dan hortikultura. Kalau satu model produk unggulan diciptakan di satu kawasan maka perguruan tinggi bisa lebih mudah menyiapkan inovasi, pemasaran, juga menjaring sumber pembiayaanya sehingga petani di Bener Meriah memiliki nilai tambah. Rakyat bisa menikmati dengan tenaga kerja yang diserap berikut efek-efek lain yang mengikutinya.

“Inilah muara dari program Nawa Cita Institut, sekaligus mendongkrak dan mendorong  pemerintah daerah menyiapkan usulan-usulan pada setiap kementerian dan lembaga dengan harapan usul-usulan tersebut dapat berhasil, sehingga percepatan pembangunan dan pihak perguruan tinggi sebagai pemikir, pemda siapkan anggarannya, dunia usaha membantu memasarkannya, dan sisanya nanti dapat disiapkan oleh faktor lain. Ini yang namanya inovasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah. saling bersinergi", terang Sunarto.

Pada kesempatan itu juga Abuya Tgk. H. Sarkawi meminta kesediannya untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi serta membantu Bener Meriah untuk mewujudkan program-program pembangunan daerah dengan sumber anggaran dari pemerintah pusat melalui kementetian dan lembaga-lembaga terkait dan disambut positif dari Sunarto yang datang bersama beberapa orang rombongannya itu.

Dalam pertemuan diskusi Sunarto bersama Plt. Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, dihadiri oleh Asisten Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Abdul Muis, SE, MT., Kepala Bappeda Khairun Aksa, SE., MM, Kepala Dinas Pendidikan Drs. Rayendra, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Ishak Tayyib, SE, MM, Kepala Dinas Perhubungan Riswandika Putra, S.STP., M.AP, Kepala Dinas Kominfo Irmansyah, S.STP. dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung drh. Sopyan serta Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Armansyah, SE., M.Si, sejumlah insan pers dan aktivis LSM ini.

Acara temu ramah dan diskusi ini juga diakhiri dengan tanyajawab, baik dari jajaran Pemda maupun dari para insan pers, hingga tidak terasa sudah menjelang pukul 23.00 Wib sehingga acara baru di akhiri oleh Plt Bupati Sarkawi. (Dasa)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru