LANGKAT

OLAHRAGA

DAERAH

Disperindag Kepri akan Panggil Para Pelaku Usaha

Kamis, 13 September 2018 | 20.27 WIB
Kali Dibaca |

Sebarkan:
TANJUNGPINANG,KEPRI : (harianfikiransumut.com)--Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemrov Kepri) akan memanggil para pelaku usaha telah menjajakan sejumlah produk barang/jasa yang terindikasi tidak memiliki izin edar, khususnya swalayan di Kota Tanjungpinang beberapa pekan kedepan.

Plt Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Dinas Perindang Pemrov Kepri, Said Eddy Rianto mengatakan, pihaknya telah koordinasi dengan kabupaten/kota se Kepri untuk melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha dan konsumen.

Guna meneliti administrasi perusahaan mulai dari surat izin usaha perdagangan (SIUP), surat izin tempat usaha (SITU), tanda daftar perusahaan (TDP), tanda daftar gudang (TDG) dan izin operasional lainnya.

"Ada nga, masih berlaku tidak, bagaimana memperpanjangnya, mereka harus tahu kemana arahannya," ucap Said Eddy usai dengar pendapat bersama belasan Mahasiswa Umrah di kantornya, Kamis (13/9).

Ketika pemanggilan tidak dipenuhi oleh para pengusaha maka pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi kepada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) kabupaten/kota untuk mencabut izin usaha produknya. Hal itu kata Said, sesuai tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) Disperindag berdasarkan Undang-Undang maupun peraturan yang berlaku.

"Apabila secara persuasif mereka tidak lakukan itu, kita akan mengeluarkan rekomendasi karena yang memutuskan untuk menutup atau tidaknya itu bukan kami Disperindag," jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya telah memanggil pemilik Tokoh Sumber Rezeki di Kota Tanjungpinang sebanyak dua kali. Namun belum juga datang. Hal itu terkait beberapa produk makanan maupun barang lainya yang diduga tidak memiliki label halal, SNI dan rekomendasi BPOM.

"Salah satu yang pasti adalah Sumber Rezeky karena kita sudah beri peringatan dua kali dan bemlum ada respon," tutupnya.(Donny/tim)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru